Jumat, 13 Juni 2014

PERANAN SINTUA DI HKBP


   


SINTUA DI HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN (HKBP)
(Oleh: , Pdt Dr Jamilin Sirait) Sumber : siranaorg.wordpress.com
Pengantar
1. Di dalam Alkitab ada beberapa istilah yang dipergunakan untuk pelayan jemaat yakni: pertama, presbuteros (diterjemahkan dengan penatua). Istilah ini tertulis di dalam Luk. 22:66; Kiss. 14:23; 22:5; 1 Tim.4:14; 5:19; Tit.1:5. Tertulis juga di 2 Yoh. 1:1 tetapi diterjemahkan ke bahasa Bibel Batak menjadi “naposo niJ esus Kristus”, Alkitab bahasa Indonesia menjadi penatua. Juga 3 Joh. 1:1 dengan terjemahan yang sama. Dalam 1 Petrus 5:1 diterjemahkan menjadi “Sintua” atau penantua. Istilah kedua adalah episkopos (diterjemahkan dengan gembala, penilik, pemelihara – Batak: simatamatai, parmahan, sintua. Kita lihat misalnya dalam Fil.1:1, Alkitab: penilik, Bibel: sintua. Di Titus 1:7, kata episkopos diterjemahkan ke Bibel Batak: Sintua; Alkitba: pengatur rumah Allah. Ketiga adalah poimonos artinya gembala. Tetapi kata ini sering digandengankan dengan episkopos, 1 Pet.2:25. Dalam Kissah Rasul 20:28, istilah poimonos diterjemahkan dengan “simatamatai” atau penilik. Kata yang keempat adalah: diakonos (diterjemahkan dengan diaken, yang pada umumnya melakukan pelayanan diakonia). Dalam Fil. 1: 1 dipergunakan istilah diaken (Alkitab), pangurupi (Bibel Batak). Di dalam Efesus 4:11 disebutkan juga istilah rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita Injil dan pengajar, tetapi jabatan-jabatan ini kurang diterapkan dalam jemaat-jemaat mula-mula.
2. Pada awalnya, ketika para pengikuti Yesus bersekutu dan bersaksi tentang salib dan kebangkitan Yesus Kristus, Roh Kudus turun ke atas Petrus dan para rasul itu, kemudian mereka berbicara dalam bahasa Roh kepada semua orang yang hadir dalam perayaan Paskah di Yerusalem (Kiss. 2:1-40). Pengorganisasian belum dibutuhkan pada jemaat mula-mula di Yerusalem. Para pengikut Yesus yang berada di Yerusalem masih mengikuti system yang terdapat di agama Yahudi waktu itu, antara lain: ibadah pada hari Sabbath, tradisi ke-Yahudian diteruskan, dsb.
3. Pada masa rasul-rasul pertama itu, Injil Kristus sudah menyebar ke luar Yerusalem, misalnya ke Samaria. Perubahan besar terjadi sejak Paulus bertobat dari penganut agama Yahudi yang sangat saleh (bahkan seorang yang sangat mendalami agamanya) menjadi pengikut Yesus Kritus dalam perjalanannya ke Damsyik untuk menganiaya orang-orang Kristen. Paulus menyebarkan Injil keluar dari batas-batas Palestina menuju ke Asia kecil hingga ke Eropah. Dalam siding para rasul di Yerusalem (Kiss. 15), Paulus bersama-sama dengan beberapa orang diutus untuk memberitakan Injil ke Antiokhia dan daerah-daerahnya lainnya. Dalam waktu yang sangat singkat, Injil itu diberitakan ke berbagai penjuru: Efesus, Korintus, Filipi, Roma, dan sebagainya. Jemaat-jemaat Kristen yang baru terbentuk di berbagai kota di Asia keci. Seiring dengan pertumbuhan jemaat-jemaat baru itu, diperlukan para pemimpin atau pelayan yang dipercayakan memimpin jemaat, mengatur pelayanan, meneruskan pemberitaan Injil Kristus di dalam jemaat (berkhotbah), bahkan melawan pengajar-pengajar sesat atau guru-guru palsu yang bertumbuh di sekitar jemaat (1 Tim. 3:1-7, 8-13 ).
4. Pendalaman pelayan jemaat tentang Injil tentu masih sederhana. Pengakuan iman yang diucapkan untuk menerima baptisan pun masih sederhana, yakni: Yesus Kristus adalah Tuhan. Orang-orang Kristen berlatar-belakang Yahudi memiliki pandangan yang berbeda dengan orang-orang Kristen yang bukan Yahudi, misalnya pandangan tentang pelaksanaan Taurat, tentang makanan dan lain-lain. Perbedaan latar-belakang ini sering menimbulkan persoalan baru di dalam jemaat, sehingga persekutuan terganggu. Maka untuk membimbing jemaat tetap mempertahankan imannya menghadapi para pengajar sesat dan bagaimana seharusnya setiap orang saling menerima walaupun berbeda latar-belakang (Roma 3:1-8; 7:1-12; 14:1-23), Paulus menuliskan pedoman-pedoman yang sangat penting dan mengirimkannya ke jemaat-jemaat. Pedoman itu dikenal dengan Surat Kiriman Rasul Paulus. Selain itu, Paulus juga memberi perhatian khusus kepada mereka yang dianggap mampu memimpin jemaat seperti Timotius, Titus dan sebagainya. Dengan demikian, istilah-istilah yang disebutkan di atas muncul dalam kaitannya dengan pelayanan jemaat-jemaat yang masih muda itu.
Sekilas tentang Sintua, Guru dan Pendeta di HKBP
5. Pada awalnya, Nommensen dan para misionar lainnya mengangkat beberapa orang dari anggota jemaat menjadi “sintua” untuk mendampingi mereka menjelajahi daerah-daerah di Tapanuli dan membantu mereka untuk melayani jemaat yang kemudian terbantuk. Biasanya para penatuan dipilih dari antara para raja di suatu tempat atau mereka yang dianggap sebagai pemimpin di kampung tertentu. Oleh sebab itu, selain membantu pelayanan juga diberi tanggung jawab untuk memikirkan perlu atau tidaknya suatu sekolah didirikan di suatu kampung. Para penatua ini bertanggungjawab mengurusi kemajuan pendidikan di kampungnya, mengupayakan dana pendidikan yang diperlukan, membantu anak-anak orang miskin agar bisa ikut sekolah, dan bahkan mengawasi pada waktu ujian. Di sekolah anak-anak mempelajari Alkitab dan juga pelajaran umum.
6. Sesuai dengan pengamatan dan penilaian para misionar, beberapa orang dari para anak-anak yang memperoleh pendidikan itu dipilih untuk dididik menjadi “guru”. Pada tahun 1868 didirikan sekolah kateket di Parausorat. Mata pelajaran adalah: Pengetahuan, Tafsiran dan Sejarah Alkitab; Katekismus; Ilmu Bumi; Sejarah; Berhitung; Bernyanyi; Pengetahuan Alam; Bahasa Jerman dan bahasa Melayu. Ada lima orang murid pertama yang diterima dan dididik selama dua tahun. Setelah lulus mereka ditugaskan untuk mengajar di sekolah-sekolah sekaligus melayani jemaat (berkhotbah). Berhubung pusat pengaturan pemberitaan Injil sudah bergeser dari Tapanuli Selatan ke Tapanuli Utata (Silindung) ada berbagai kesulitan yang dihadapi untuk mengirimkan siswa ke Parau Sorat. Nommensen bersama dengan Pemberita Injil lainnya bersepakat untuk mendirikan Sekolah Mardalandalan di Silindung dengan memberikan mata pelajaran yang sama dengan Sekolah Kateket Parau Sorat. Sekolah Mardalandalan itu dimulai tahun 1874. Kemudian pada tahun 1877 Sekolah Kateket di Parau Sorat dipindahkan ke Pansur Napitu. Walaupun fasilitas masih sederhana, tetapi sekolah-sekolah dimaksud sangat bermanfaat dalam percepatan penyiaran Berita Injil di Tapanuli. Perkembangannya lebih siginifikan ketika Sekolah di Pansur Napitu itu dipindahkan ke Sipoholon pada tahun 1901. Berhubung fasilitas semakin baik dan para gurunya semakin banyak minat anggota Jemaat untuk menyekolahkan anak-anaknya ke Sipoholon semakin besar.
7. Sejak tahun 1880 RMG sudah melihat perlunya mengangkat sejumlah pendeta yang membantu para misionar melakukan tugas penginjilan. Para guru yang dididik di sekolah kateket itu bertugas mengajar murid-murid tentang Alkitab dan pengetahuan umum. Para pendeta diberi tugas khusus untuk memimpin beberapa jemaat. Maka pada tahun 1884, Johannes Siregar, Petrus Nasution dan Markus Siregar menerima pendidikan kependetaan di Pansur Napitu. Mereka tamat dari Sekolah Kateket Parau Sorat. Kemudian mereka bertiga ditahbiskan menjadi Pendeta tanggal 25 Juli 1885.
Menjadi Pelayan (termasuk Sintua) di HKBP
8. Sesuai dengan perkembangan HKBP, maka peraturan-peraturan untuk menetapkan para pelayannya pun semakin diperbaiki. Jika pada awalnya, peraturan itu lebih sederhana, tetapi berhubung perkembangan dan perubahan masyarakat baik di tingkat local, nasional, regional dan global maka dibutuhkan system dan perangkat yang lebih tepat untuk menentukan dan menetapkan para pelayan di HKBP. Misalnya tentang pendeta di HKBP. Pada awalnya, dipilih beberapa orang dari antara guru huria yang sudah berpengalaman untuk dididik menjadi pendeta. Kemudian didirikan Sekolah Pendeta di Sipoholon. Sejak tahun 1954 didirikan Sekolah Teologi Menengah dan Fakultas Teologi di Pematang Siantar, dan mereka yang sudah lulus dari SMP diterima menjadi mahasiwa Sekolah Teologi Menengah dan yang lulus dari SMA diterima menjadi mahasiswa Fakultas Teologi. Untuk menjadi pendeta telah terjadi beberapa pengaturan yang baru. Setelah lulus dari Sekolah Teologi, pada umumnya mereka diterima menjadi Pendeta tanpa harus melewati ujian penyaringan dan melayani sebagai pendeta praktek. Tetapi akhir-akhir ini, tidak otomotis semua lulusan Sekolah Teologi diterima menjadi Pendeta, ada aturan yang berkaitan dengan Indeks Prestasi, kemudian setelah mengikuti testing penerimaan dan lulus, mereka ditugaskan menjadi Calon Pendeta selama dua tahun. Selama dua tahun mereka harus mengikuti LPP selama 3 kali sebelum ditahbiskan menjadi Pendeta. Maksudnya, ada perubahan siginifikan (perbaikan system) untuk menjadi Pendeta.Tujuannya adalah mempersiapkan mereka benar-benar menjadi pelayan yang mampu melayani dengan baik. Demikian juga dengan pelayan-pelayan lainnya.
9. Tentang pemilihan Sintua sebenarnya HKBP telah memiliki peraturan yang jelas. Dalam AP HKBP 20202 dijelaskan: Penatua adalah yang menerima jabatan penatua dari HKBP melalui Pendeta Ressort sesuai dengan Agenda HKBP. Berhubung pelayanan Sintua dibagi-bagi dalam lingkungan tertentu (lunggu, wyik), maka biasanya pemilihan Sintua diawali dengan kesepakatan anggota Jemaat HKBP yang ada di wyik tersebut yang memilih satu atau dua orang dari antara mereka untuk diusulkan menjadi Calon Sintua kepada Pendeta Ressort. Setelah melalui percakapan di Parhalado maka usul dari Wyik itu diterima dan si calon diumumkan resmi menjadi Calon Sintua di jemaat itu. Artinya, walaupun lingkup pelayanannya lebih bersifat lunggu atau wyik tetapi setiap calon sintua (kemudian menjadi sintua) melayani juga di dalam satu jemaat itu. Selanjutnya, Calon Sintua mengikuti sermon-sermon Parhalado dan pembinaan khusus yang dilakukan selama satu sampai dua tahun. Dalam masa-masa persiapan itu Calon Sintua menerima pembinaan: (1). Mengenal perangkat-perangkat pelayanan di HKBP, yakni: Bibel, Buku Ende, Agenda yang besar dan Kecil, Katekismus, Konfesi, RPP, AP; (2). Mendalami Alkitab mulai dari Kejadian sampai Wahyu; (3). Mendalami isi dari Konfesi dan RPP (4). Mempelajari bagaimana berkhotbah, mulai dari persiapan hingga penyampaian; (5). Mempelajari bagainana menjadi liturgis serta tata-cara yang berkaitan dengan persiapan-persiapan yang dibutuhkan untuk itu.
10. Sesuai dengan perubahan tempat kediaman masyarakat kota, belakangan ini pemilihan yang didasari pada system wyik di beberapa jemaat HKBP semakin sulit. Anggota-anggota jemaat bertempat tinggal secara tersebar di berbagai tempat, jauh dari jemaat di mana mereka terdapat menjadi anggota tetapi tidak bersedia pindah ke jemaat HKBP terdekat. Sesuai dengan AP HKBP 2002 ada beberapa syarat untuk menjadi Sintua: (a) warga jemaat yang mempersembahkan dirinya menjadi penatua di jemaat; (b). Rajin mengikuti kebaktian minggu dan perjamuan kudus; (c). berperilaku tidak bercela; (d). Paling sedikit umurnya 25 tahun; (e). sedikit-dikitnya berpendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama; (g). Dipilih oleh warga jemaat dari antara mereka dan ditetapkan oleh Rapat Pelayan Tahbis. Jika dibandingkan dengan 1 Timotius 3:1-7 ada penafsiran baru tentang menjadi “sintua”, antara lain: “suami dari satu isteri; seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati anak-anaknya.” Sistem wyik atau lunggu juga tidak disebutkan.
11. Dalam AP HKBP dijelaskan, pelayan atau parhalado adalah warga jemaat yang terpanggil dan terpilih untuk mempersembahkan dirinya dalam melayankan pekerjaan pelayanan di tengah-tengah jemaat. Pelayan atau parhalado terdiri dari pelayan tahbis dan pelayan non-tahbisan. Pelayan tahbisan adalah pendeta, guru huria, bibelvrouw, diakones, evangelis dan penatua. Pelayan non-tahbisadam ialah pengurus badan, yayasan, dewan, seksi, guru sekolah minggu, organis, dirigent koor, panitia. Kemudian dijelaskan juga pelayan atau parhalado penuh waktu dan pelayan atau parhalado tidak penuh waktu. Dengan pengaturan seperti ini diharapkan setiap pelayan dapat mengerti tugas dan tanggungjawabnya dan batas-batas pelayanannya masing-masing.
Tugas Sintua (Penatua)
12. Untuk menjelaskan tugas sintua, dimulai dari apa yang tertulis dalam AP HKBP 2002, yakni: (a) Sebagaimana tertera dalam Agenda Penahbisan Penatua HKBP; (b). Melaksanakan baptisan darurat; (c). Menyusun statistic warga jemaat di lingkungannya masing-masing; (d) mengikuti sermon dan rapat penatua; (e). Menyampaikan berkat tanpa menumpangkan tangan.
Di dalam Agenda HKBP tugas-tugas pokok pelayanan Penatua adalah sebagai berikut: (a). Mereka adalah pelayan jemaat untuk mengamati anggota anggota jemaat yang dipercayakan kepada mereka dan meneliti perilakunya. Apabila mereka mengetahui seseorang tidak berperangai yang baik, dia harus ditegor dan diberitahukan kepada guru jemaat dan kepada Pendeta untuk dinasihati. Pangula ni Huria do nasida mamatamatahon dongan angka na pinasahat tu nasida dohot mangaramoti parangenasida. Molo diboto nasida, na hurang ture parange ni manang ise, ingkon pinsangonnasida i, manang paboaonnasida tu Guru dohot tu Pandita, asa dipature. (
(b). Mengajak anggota jemaat untuk datang beribadah dan meneliti alasan-alasan orang orang yang tidak mengikutinya. Mandasdas donganta tu parmingguan dohot manangkasi alana umbahen na so ro.
(c). Mengajak para anak sekolah untuk rajin bersekolah. Mandasdas anakboru sikola, asa
ondop ro.
(d) Mengunjungi orang sakit dan memberi bantuan sesuai dengan kemampuannya, namun yang terpenting adalah mengingatkan mereka akan Firman Allah dan mendoakannya. Maningkir angka na marsahit jala paturehon na ringkot tu nasida dohot nasa na tarpatupasa, alai na rumingkot, pasingothon Hata ni Debata tu nasida dohot tumangiangkonsa.
(e) Menghibur orang yang berdukacita, merawat orang yang susah dan orang yang miskin. Mangapuli angka na marsak, paturehon angka na dangol dohot na pogos.
(f) Membimbing penyembah berhala, orang sesat, supaya turut serta memperoleh hidup dalam Yesus Kristus. Mangapuli angka sipelebegu, angka parugamo na asing dohot angka na lilu, asa dohot marsaulihon hangoluan na pinatupa ni Tuhan Jesus.
(g) Membantu pengumpulan Dana dan tugas pelayanan Kerajaan Allah. Mangurupi paturehon angka guguan dohot ulaon na ringkot tu Harajaon ni Debata.
13. Dengan memperhatikan tugas-tugas pokok pelayanan yang tertera dalam Agenda itu, maka beberapa hal yang perlu lebih dipahami adalah:
(a). Sintua adalah gembala atau parmahan yang harus mengenal dengan baik domba-domba Tuhan yang dipercayakan kepadanya. Seorang gembala harus mengenal yang digembalainya dan domba-domba mendengar suara gembalanya serta mengikutinya (Yoh.10:1-21). Berkaitan dengan tugasnya sebagai gembala, penilik, simatamatai itu Sintua harus mengetahui tata-gereja dan RPP HKBP. Etika Kristen merupakan bagian dari muatan perelengkapan yang perlu diketahui oleh Sintua, termasuk hal-hal yang menyangkut dengan nilai-nilai adat. Banyak persoalan atau permasalahan yang harus dihadapi oleh manusia, apalagi akhir-akhir ini. Oleh sebab itu, perkunjungan keluarga perlu ditingkatkan. Para pelayan perlu bercakap-cakap dan berdoa bersama di tengah-tengah keluarga. Umumnya, suami, isteri, dan anak-anak meyakini sudah mendapat kekuatan baru ketika “parhalado” datang berdoa ke rumahnya. Untuk kasus yang lebih khusus mungkin lebih baik dikomunikasikan dengan Pendeta.
(b). Sintua adalah seorang komunikator sehingga dia dapat meyakinkan anggota jemaat tentang makna ibadah dan perlunya orang Kristen beribadah. Oleh sebab itu, Sintua menjadi teladan yang akan diikuti oleh anggota jemaat. Jika seorang Sintua misalnya sering absen mengikuti ibadah, bagaimana pula dengan anggota jemaatnya? Sintua perlu mengetahui siapa-siapa saja dari anggota jemaatnya yang rajin dan yang malas mengikuti ibadah minggu.
(c). Sintua adalah juga pemimpin yang menghendaki kemajuan generasi muda. Oleh sebab seorang Sintua harus terpanggil untuk mendorong anggota jemaatnya (yang muda, dalam Bahasa Batak disebut “anakboru”) agar rajin bersekolah.
(d). Sintua juga mempunyai tanggungjawab untuk menjenguk orang sakit dan menyampaikan Firman Tuhan kepada mereka yang membuat mereka bersemangat. Semangat hidup akan sangat berguna untuk menolong orang sakit cepat sembuh. Pada sisi lain, orang sakit juga harus diyakinkan agar siap menghadapi segala sesuatu yang terjadi, termasuk kematian serta yakin bahwa orang beriman akan menerima kehidupan yang kekal. Oleh sebab itu, parhalado harus mengetahui Firman Tuhan yang tepat yang akan disampaikan kepada orang sakit.
(e). Parhalado harus mempersiapkan dirinya dan memberi waktu untuk menghibur orang-orang berduka. Mereka yang berduka sangat membutuhkan kehadiran orang lain untuk bercakap-cakap. Sekalipun selama beberapa saat orang berduka sulit menerima semua ucapan penghiburan, tetapi kehadiran orang lain di rumahnya dapat menolong dia segera bangkit dari suasana kepedihannya itu. Dia merasa tidak sendirian tetapi masih ada orang-orang yang simpatik terhadap dia.
(f). Oleh karena membimbing penyembah berhala (mangapuli angka sipelebegu) merupakan bagian dari tugas sintua, maka sintua perlu mengetahui ajaran yang benar di dalam HKBP. Sebagai HKBP kita masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diteliti, dikerjakan dan diselesaikan secara terus menerus, yakni hubungan antara Iman dengan adat. Ada dua sikap ekstrim yang harus kita hadapi yakni: kelompok ekstrim yang berusaha menolak dan menghapus semua adat dan budaya Batak; dan kelompok ekstrim yang lebih menghormati adat ketimbang gereja. Kita sebagai HKBP mengakui pentingnya adat dan budaya tetapi kita harus mampu menolak setiap pelaksanaan adat yang bertentangan dengan iman dan ajaran di HKBP. Adat merupakan warisan yang baik dan secara berkelanjutan dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Adat tidak identik dengan agama sehingga tidak semua aspek dan nilai dalam adat itu identik dengan ajaran agama.
(g). Parhalado atau sintua perlu mengenal potensi yang ada di wilayah pelayanannya dan mengajak mereka untuk mengambil bagian dalam upaya pembangunan jemaat dan pembiayaan progam. Parhalado melalukan penyadaran kepada mereka agar bersedia menyumbangkan pikiran, hati, waktu dan materi untuk pelayanan jemaat.
14. Berhubung memimpin liturgy (maragenda) dalam ibadah minggu dan berkhotbah merupakan dua hal pokok yang langsung berkaitan dengan publik (umum), kedua tugas pelayanan ini memerlukan percakapan yang lebih khusus dan mendalam, terutama ketika seseorang sebagai calon Sintua yang mengikuti masa “learning”. Tentang “maragenda” perlu dikatakan beberapa hal:
a. Paragenda mempersiapkan diri dengan baik sesuai dengan pedoman dan arahan yang diperoleh dalam sermon “parhalado”. Setiap orang yang akan melayani pada hari Minggu berikutnya “harus hadir mengikuti sermon”. Jika seorang Sintua yang sudah ditetapkan dalam roster tidak hadir dalam sermon, dia diganti dengan orang lain.
b. Setelah berdoa, paragenda membaca dan mempelajari dengan baik semua kata dari agenda di rumah, jika perlu berulang-ulang. Persiapan seperti itu akan sangat berguna ketika paragenda memimpin liturgi ibadah minggu, intonasinya pun akan lebih baik sehingga benar-benar sesuai dengan maknanya. Ini terutama sangat penting bagi jemaat-jemaat kota di mana sebagian Sintua sudah lebih banyak mempergunakan bahasa Indonesia.
c. Paragenda mempelajari semua “ende” atau “nyanyian” dalam ibadah itu. Sekalipun sudah ada song leaders, paragenda perlu seirama dengan mereka. Lebih khusus lagi, apabila song leaders berhalangan maka paragenda sudah siap untuk memimpin nyanyian itu.
d. Ketika memasuki ibadah, paragenda harus benar-benar berdoa dan sesudah selesai melaksanakan tugasnya, paragenda harus berdoa.
e. Walaupun kelihatannya sepele, kesiapan “paragenda” juga ditunjukkan dengan cara berdiri, raut wajah dan mungkin juga pakaian serta cara memegang buku Agenda, cara mengambil buku Patik, Konfesi, Bibel dan sebagainya untuk Patik dan cara mengambil Bibel untuk pembacaan Epsitel dan meletakkankannya kembali. Semua ini diperhatikan anggota jemaat. Berhubung di HKBP kata-kata liturgy atau ibadah sudah baku, maka banyak anggota jemaat yang sudah mampu menghapalnya dan segera tahu kalau ada yang salah. Oleh sebab itu, persiapan yang sungguh-sungguh sangat diperlukan.
15. Berhubung Sintua dekat dengan anggota jemaat di lingkungannya, sintua-lah yang bertanggung-jawab untuk melaksanakan pembaptisan darurat (tardidi na hinipu) kepada anak kecil. Pembaptisan itu dilakukan tanpa penumpangan tangan, sehingga jika anak kecil yang dibaptis sehat, dia hanya menerima berkat penumpangan tangan dari pendeta. Dalam keadaan terdesak, ketika sintua sulit menjangkau tempat keluarga tersebut padahal sudah sangat kritis, seorang dewasa ataupun orang tuanya dengan dilihat oleh beberapa orang saksi bisa melaksanakan pembaptisan darurat. Tetapi segera sesudah sintua tiba di tempat itu, orang tua anak atau keluarga harus melaporkannya kepada Sintua.
16. Sintua juga bertanggungjawab untuk meminta setiap keluarga untuk membuat data-data keluarganya dan kemudian mengumpulkan statistic itu dan melaporkannya kepada Guru Huria atau Pendeta sehingga menjadi dokumen yang resmi. Oleh sebab itu, semua sintua harus menghadiri sermon parhalado, di mana mereka perlu membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan jemaat.

Jumat, 30 Mei 2014

PENAHBISAN SINTUA DI HKBP WAHIDIN BARU & PELEPASAN SINTUA PENSIUN

PENAHBISAN 3 SINTUA Dan Pelepasan Sintua Pensiun di HKBP Wahidin Baru, Medan

Pada Hari Kamis Tepatnya pada hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus 29 Mei 2014, 3 Sintua Baru di Jangkon ( Ditahbiskan menjadi Sintua ) di HKBP Wahidin Baru, Yakni St Manusun Manullang AMd, St Jones Siahaan S.Pd , dan St Kamudin Butar-butar . Yang telah menjalani masa Learning selama 2 Tahun dan telah menjalani Intensif pembinaan Calon Sintua  selama 2 Bulan Penuh. Acara ini berlangsung dengan Hikmat diterangi Tema Kristus do Ulu na mangatasi saluhutna . yang disampaikan oleh Pdt Amos Aritonang Sm.Th . Dan Panjanghonon dipimpin Pdt HKBP Resort Wahidin Baru Pdt Amos Aritonang Sm.Th . Pemberian Agenda dan Pembacaan SK Pengangkatan Sintua Oleh : Pdt Budianto Sianturi. ( Pelakasna Guru Huria HKBP Wahidin Baru ). ke 3 Sintua yang Baru di Tahbiskan didampingi oleh Isteri masing masing sebagai wujud nyata mereka juga ikut menjadi parhalado  ( molo sintua amantai ikkon dohot do tong inantai sintua ). dalam foto : Terlihat Pendeta Sedang memberkati Tahbisan baru 
Suasana Pesta hari Kenaikan Tuhan Yesus, di HKBP Wahidin Baru, Seluruh Parhalado Memakai Jubah.dan dalam foto ini Pendeta Menyampaikan Selamat Hari kenaikan kepada seluruh Warga Jemaat yang hadir .
Dan Pada Hari itu Juga HKBP Wahidin Baru Melepaskan St Drs  Jisman Siburian Memasuki Masa Pensiun karena Umurnya suda mencapai 65 Tahun.nampak dalam Gambar St Drs Jisman Siburian dan Ibu Br Siagian menyampaikan Kata perpisahan kepada seluruh jemaat. Sebelum Pelepasan yang dipimpin Pdt Resort ( Pdt Amos Aritonang Sm.Th ) Pembacaan Berita Pelayanan St Drs J Siburian di bacakan oleh Pdt Budianto Sianturi. 
St Drs J Siburian di Tahbiskan 7 September 2003. Jabatan yang pernah di embannya 
1. Anggota Dewan Diakonia 2003- 2008
2. 2008 - 20012 Ketua Parartaon HKBP Wahidin Baru
3. 2011- 2013 Bandahara Seksi Pembangunan HKBP Wahidin Baru 
4. 2012-2014 Paniroi ( Seksi Sekolah Minggu ) HKBP Wahidin Baru
Dan Selama 11 Tahun St Drs Jisman Siburian Taat dan Tekun Melaksanakan Pelayanan sebagai Sintua sebagaimana Paulua Mengatakan dalam 2 Timoteus 4 :5  Sahat Ula Tohonan mi . 
Dan Pada kesempatan itu Kata sambutan untuk Yang di Tahbiskan disampaikan Oleh St Drs P Tampubolon . Dan Menyatakan Selamat Bergabung bagi Sintua Baru dalam Pelayanan di HKBP Wahidin Baru. Yang Mewakili Parhalado memberikan kata sambutan Pada sintua Pensiun adalah St A Siahaan, beliau mengatakan, Terimakasih Pada St Drs J Siburian atas pengabdian dan pelayanannya Selama ini : Selamat Memasuki Pensiun. Utusan dari ruas Ny Rumapea Br Sagala/Rusmida Sagala S.Pd Menyampaikan Rasa terimakasaih yang sangat besar kepada Tuhan dan St Siburian yang telah mengabdikan dirinya dengan baik selama menjadi sintua, khususnya di Sektor III. Dan Juga kepada Tahbisan Sintua Yang Baru Br Sagala menyatakan SELAMAT Melayani .

Jumat, 09 Mei 2014

SANG GURU HURIA



Sejarah Guru Huria
GURU HURIA DI HKBP
Sipatolhason di Pembinaan Guru Huria HKBP
10 – 13 Agustus 2010 di Jetun Silangit

Oleh : Gr Abdul Rahman Sitorus
1. Dasar Sejarah.
Mangihuthon sejarah Hakristenon di Tano Batak, mamereng hinaringkot ni panghobasion di huria mamintor hatop do dipingkiri HKBP laho pajongjong parsingkolaan Seminari [Pendidikan Teologia] bahen inganan parsingkolaan ni halak na naeng marhobas di huria. Mardomu tu si dipajongjong ma Lembaga-lembaga Pendidikan di HKBP mamungka taon 1868 ima:
a. Taon 1868: Singkola Guru Huria, na ginoar “Singkola Tinggi” nasida ma naginoar Guru-guru Sending.
b. Taon 1883: Singkola Pandita
c. Taon 1934: Singkola Bibelvrouw
d. Taon 1971: Singkola Diakones 


Hombar tu angka na naeng sihobasanna di huria, dipasahat ma tu nasida angka parbinotoan na hombar tu ulaonna dohot kebutuhan ni huria.
[Catatan: Angka Guru do na parjolo mangula di huria Batak asing ni angka missionaris dohot Sintua]

1.1. Singkola Guru Huria.
Dibagsan 7 [pitu] taon dung Konprensi ni angka Missionaris RMG di Tano Batak [1861 – 1868], mamintor dihilala do hinaringkot ni ulaon pamaritahonon ni Barita na Uli. Tarida sian i ia halak Batak nunga lam ungkap rohana manjalo Barita na Uli i, ala ni i nunga lam ringkot angka pangula, hape ditingki i so piga dope angka tenaga missionaris. Marhite panumpahion ni RMG Barmen, mardos ni roha ma angka missionaris RMG laho mendidik angka halak Batak na gabe angka guru muse. Sahalak guru mangula ma ibana mangajarhon angka parbinotoan umum tu angka parsingkola jala laos huhut manguluhon sada huria.

Di Taon 1868 dipajongjong ma singkola Guru Injil na parjolo di Tano Batak, ima na maringanan di Parausorat na ginoar “Seminari Parausorat” angka singkola na tamat sian i di goar ma nasida: Guru Sending.
[Catatan: Uluaon ni angka guru; marbarita na Uli, mangajari dohot manguluhon huria]

1.2. Pangerbangonna.
Di sada tingki ala ni angka situasi dohot haporluan, sipata do dipasohot panjaloan ala dihilala nunga hira lolo. Alai manigor diuduti do muse, ai di Taon 1873 dipajongjong ma muse Singkola Guru, ima na ginoar Singkola mardalandalan. Ala ingkon munsatunsat nasida marsiajar laho mandapothon guruna.

Nunga lam ungkap angka luat na asing tu Barita na Uli i, isara ni Humbang, Pahae dohot na humaliang. Ujungna mamereng tu ringkotna, gabe dipajongjong ma Seminari Pansurnapitu laho inganan Singkola Guru. Dungi di Taon 1901 gabe dipajongjong ma muse Seminari Sipoholon.

Ndang tarambatan parlojong ni Barita na Uli i, ungkap ma muse roha ni angka halak Batak na di Toba dohot na humaliangna manjalo Barita na Uli i, gabe lam hurang ma angka tenaga guru, ujungna dipajongjong ma muse Seminari di Narumonda, jala ndada holan i tahe alai pola do dipajongjong di angka Distrik – distrik Singkola Guru hombar tu ringkotna di huria i.
[Catatan: Ringkotna i hape angka Guru ditingki i]

1.3. Tingkina marsiajar.
Mamungka sian Taon 1868 – 1948, marsingkola/marsiajar ma nasida leleng ni 2 [dua] taon. Mamereng tu ringkotna patamba parbinotoan di nasida, gabe ditambai ma muse tingki dohot materi parsiajaran leleng ni 3 [tolu] taon. Jala lam dihilala ringkotna di huria, di taon 1979 gabe marsiajar ma leleng ni 4 [opat] taon.
Jala nuaeng marsiajar ma nasida leleng ni 3 taon,jala dasor parsingkolaan ima sian SLTA.
[Catatan: atik pe martamba tingki ni parsingkolaan i, alai hot do nasida gabe angka Guru]

1.4. Tujuan Singkola Guru Huria.
a. Pahatophon harararat ni Barita na Uli i di tano Batak.
b. Manghobasi angka huria manguluhon dohot mangajari angka ruas taringot tu hata ni Debata.
c. Tamba ni i, laos martugas do angka guru i di angka parsingkolaan Sending. Jala na deba tahe pola do gabe angka guru kepala di sadasada parsingkolaan Sending. Dung pe mamungka taon 1946, sae ma nasida holan mangajari dohot manguluhon huria. Ianggo na gabe mangajari tu angka parsingkolaan, angka guru na sian pamarenta ma.

2. Dipartingkian nuaeng on.
Mamereng sian sejarah i, tung mansai diharingkothon huria do ditingki i angka guru dohot ulaonna. Alai nuaeng on boasa lam adong panghilalaan dohot pingkiran na mandok: ndang apala ringkot be nuaeng Guru Huria mardomu tu perkembangan ni jaman. Jala di deba huria pola do adong na tangkas manulak molo ditongos Guru Huria tu huria i. Boasa didok ndang pola ringkot be ?? Di hal dia do na so ringkot i? di ulaon do? Ruas ni huria i do mandok na so ringkot ? manang pangula setempat i do na mangambati?

Pendidikan Seminari ( Singkola Guru).
Parsingkolaan Seminari ima Parsamean, inganan parsiajaran ni angka na naeng mangula di huria. Tardok ndang apala sude angka parsingkola i naung marsangajo mamelehon dirina gabe naposo ni Debata mangula di huria. Adong do i na deba na tarjou sian duru, panggilan kerja manang panggilan jabatan. Ai adong do i na deba ala ni sihol ni natoras na mandok ingkon marsingkola Guru do ho anakku. Alai adong do i na tarjou sian bagasan naung tangkas naeng mamelehon dirina gabe parhobas di huria i. Manang dia pe na mangonjar rohanasida dimulana, alai ianggo dung sahat tu Seminari Sipoholon ingkon lehononna ma rohana, tondina dohot ngoluna gabe naposo ni Tuhan i.
Ala ni i angka pangajari di Seminari mansai ringkot do angka naung tangkas mangula di huria, naung hea manguluhon huria, na denggan barita pangulaonna di huria. Unang ma ala na sai marsoali di huria gabe dipapinda mangajari tu Seminari.

3. Istilah Dipendetakan ma sude angka Guru.
Aha do na ringkot di huria manang di ruas ni huria? Goar do manang gelar?? Bajubaju do manang pangulaon? Tardok hita do pintor uli ma HKBP molo dung sude angka Guru gabe Pandita?? Tardok hita do lam tu ulina parsaoran ni angka pangula di HKBP molo pintor sude pangula gabe partohonan pandita? Tardok hita do gabe lam mangorui parbadaan di HKBP molo dung sude partohonan pandita?? So tung do gabe lam manambai boban na dokdok dohot angka parguluton, ala lam torop angka pangula na satirket / na sarupa hak dohot tanggungjawab hape dang dos angka inganan pangulaon. Ujungna gabe masa ma panaritaon. Molo dung sude pangula na gok gabe partohonan pandita, boha lam marsiadu do manghobasi huria i? sotung do gabe marsiadu tu angka inganan hombar tu na hinirim ni rohana be? Molo sude do martohonan Pandita, sama dengan semua pelayan punya hak dan kesempatan untuk menduduki semua jabatan atau kedudukan di seluruh jabatan yang ada di HKBP.
Tasungkun ma jolo dirinta be mandok: Aut tung sura marganti Tohonanku, lam ringgas do ahu mangajari angka dakdanak singkola minggu? Molo marganti Tohonanku, lam ringgas do ahu manghobasi ulaon di huria lobi ruminggas uju Tohonan Haguruon? Molo marganti Tohonanku, lam ringgas do ahu mangajari angka punguan parende?

Molo so piga be angka pangula na olo mangalehon roha dohot tingkina mangajari singkola minggu dohot angka punguan Koor songoni dohot panopoton tu ruas ni huria, antong ise ma na gabe ruas ni huria marsogot? Tading ma singkola minggu, tading ma angka parpungu. Nda denggan do hape molo mamora hita di ragam ragam ni tohohoan dohot panghobasion? [satu dalam kepelbagaian pelayanan]
Antong ndang apala ampit dope sintasintanta na mandok: dipendetakan sude pelayan di HKBP. Alai na dumenggan DIBERDAYAKAN, DIMAMPUKAN ma angka pangula di ulaonna be.
4. Singkola Pandita na Formal.
Unang gabe mangambati di angka sintasinta dohot peningkatan karier nang parbionotoan ni angka dongan, dibungka ma Singkola Pandita, alai unang dipangke istilah Dipendetakan sude. Syarat na gabe calon Singkola Pandita, tangkas ma dipamanat: Motivasina, jala na tumangkas ingkon adong ma kriteria manang Track recordna. Isara ni: Na denggan barita pangulaonna di huria, na ringgas mangula ulaon di huria [kreatif]. Sian dia do i dapot? Tontu adong do data i di Huria, Ressort, Distrik tarlobi Pusat.

5. Pemberdayaan Guru Huria.
Mamereng tu perkembangan ni hamajuon on, tutu nunga ingkon adong angka na ginoaran tenaga ahli, specialis. Keahlian aha do na ringkot peopon ni sahalak guru huria? Angka parbinotoan dia do na ringkot kembanghonon ni sahalak guru huria? Hamu angka dongan guru huria tahamauliatehon ma parsingkolaanta na tolu sahat ro di opat taon i. Boha, tasadari do naung hurang ampit na tapeop i tu partingkian nuaeng on? Di bidang dia do hagaleonta? Atik tung do parbinotoan na tapeop nuaeng on holan parbinotoan na sasantopik manang parbinotoan na mardebadeba? Nda ringkot ma dilengkapi muse, disempuranakan, diisi hombar tu professiena be?
Hira so hea do masa di huria parbolatbolatan, parsalisian binahen ni na ro sian ruas ni huria i sandiri. So hea masa marbolatbolat di huria ala ni na so ringgas ruas marminggu. So hea masa marbolatbolat jala marbadai ruas dohot parhalado ala so beres angka pelean taon dohot tanggungjawabna na asing. Alai pintor mura do marbolatbolat sintua dohot ruas molo masa parsalisian ni sama pangula isara ni: parsalisian ni guru tu pandita, manang bibelvrouw tu pandita dohot sabalikna. Molo i, pintor kesempatan do hita mangelaela ruas asa adong donganta, manang mempengaruhi sintua asa adong mangampini hita. Gabe masa ma dohot na masipalaolaoan. Antong sian ise do haroroan ni parsoalan i? Hape ingkon sursar ma huria? Nda hasadaon, dos ni roha, parsaoran na denggan do na jotjot ndang jumpang di pangula i? Hatutulus ni sada ulaon ima molo denggan kordiasni, komunikasi dohot kerjasama. Alai ndang denggan molo mangasahon huaso pangula sama dongan pangula. Parsingkolaan na ummarga nuaeng on, ima songon dia membangun kerjasama laho mangula ulaon i dibagasan hasadaon dohot panghilalaan ruhut parhahamaranggion, marsihaholongan jala marsipasangapan asa tulus panghobasion; marmulia ma Kristus.

Adong ma nian sadasada ilmu na botulbotul dimiliki sahalak guru [keahlian khusus] laho manguluhon huria i.
Mauliate ma di angka dongan guru na marsingkola laho manambai parbinotoanna. Marasing be do motivasi dohot tujuan nasida. Alai adong do na deba na sai tongtong manghangoluhon jala na so olo mananggali goar dohot ulaon haguruon i sian ibana, atik pe naung tamat sian universitas manang Sarjana Teologia. Nasida ma patujolonta patuduhon hinaringkot ni haguruon i di huria. Patupa hamu ma sian nasa hatauonmuna mangula di huria laho pauliuli huria i.

Boha, songon guru hita dibagasan toruk ni roha taalusi ma jolo dirohanta; sadia godang ma talehon rohanta, pingkiranta, gogonta dohot tingkinta mangula ulaon i songon patutna sahalak guru? Jolo singkop ma taula ulaon haguruona ia naeng eahanta Tohonan na sadanari. Alai na dumenggan, hot ma hita so mubauba, naung tajalo i taulahon ma. Naung taparhatoho i, hot ma i toho. Naung Tohonanta hian, hot ma i Tohonanta. Naung Tardidi i tubagasan Kristus Jesus, ndang pola be ingkon didion tu goar na asing. Boha ia Tohonan na boi do margantiganti?? Ai nunga naung di parhatoho na parjolo, dungi diparsoada muse. Ai so boi rap diulahon duansa. Tontu ditanggal do na sada. Gariada tahe olo do gabe dimusui na parjolo i. Atik tung do muruk Tuhan i molo ingkon marganti tohonanta?? Jabatan do na boi meningkat manang marganti, alai ianggo tohonan ndang jadi songoni. Antong asa tung singkop pangulaon ni angka guru, asa tau nasida songon sahalak guru, dipatolhas ma tu nasida angka parsiajaran na patut tu ulaon ni guru di huria/ diberdayakan kembali. Sagari tung sude pe taula angka i, nda ingkon dohononta do: naposo na so hasea do ahu, ai intap ulaon na patut do huula hami. Songon pandok ni Paulus ma tu si Timoteus: Silompit do jujuron hasangapon ni sintua [guru], na burju mangula hasintuaon [haguruon], gumodang ma tu angka na mangulahon hata dohot poda. 1 Tim 5: 17.

1. Dongan ni Pandita do hamu manguluhon jala mamatamatahon ruas ni Huria na masuk tu Huria Kristen Batak Protestant. Hamu do dongan ni Pandita, laho manjamitahon Hata hangoluan na tarsurat di Padan na Robi dohot di Padan na Imbaru di tongatonga ni Huria sipasahaton tu hamu be.

2. Ala parjamita di Huria hamu, bahenonmuna ma nasa gogomuna marmahani birubiru ni Tuhanta, i ma angka ruas ni Huria na balga nang na metmet, na poso dohot na matua, na marsahit dohot na hisar, na jengkel dohot na burju. Apulanmuna ma angka na marsak, tungkolanmuna angka na mabalu dohot angka na tading maetek.

3. Laos songon i apoanmuna halak sipelebegu dohot halak Silom dohot sandok angka na asing pe na manimbil sian Hata ni Debata dohot sian HuriaNa, asa dohot nasida marsaulihon na pinatupa ni Tuhan Jesus, ojahan ni haporseaonta i.

4. Ala guru hamu di Huria Kristen Batak Protestant, pasahaton ma muse tu hamu angka dakdanak siajaranmuna/sitogutoguonmuna. Tamba ni angka parbinotoan sikola ajarhononmuna ma tu nasida nang Hata ni Debata, anggiat tartogu nasida tu panandaon di Tuhanta Jesus.

5. Asa saut angka na nidok ondeng, ingkon marparange na denggan ma hamu di jolo ni Debata nang di jolo ni jolma. Tau tiruan ma hamu di angka na pinasahat ni Debata tu hamu. Sandok hata naung pinasahat tu hamu, radoti hamu ma sian nasa rohamuna hombar tu Hata ni Debata na mamolin i.



Bahasa Indonesia :
Tugas-tugas Pokok Pelayanan Guru Jemaat :
1. Saudara adalah teman sekerja Pendeta untuk mengamati anggota Jemaat yang ada di dalam Huria Kristen Batak Protestan. Saudaralah teman sekerja pendeta untuk memberitakan Firman Hidup yang tertulis di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru di tengah-tengah Jemaat yang dipercayakan kepada saudara.

2. Saudara adalah pengkotbah di jemaat, karena itu berbuatlah dengan segala kekuatanmu untuk menggembalakan domba-domba Tuhan, yaitu : Mereka yang dewasa dan anak-anak, Pemuda dan Orang Tua, yang sakit dan yang sehat, yang jahat dan yang baik. Hiburkanlah mereka yang berdukacita dan tolonglah para janda dan yatim piatu.

3. Saudara juga harus membimbing penyembah berhala dan menasehati mereka yang belum mengenal Tuhan, serta mereka yang menjauhkan diri dari Firman Tuhan dan dari persekutuan jemaatNya, supaya mereka turut serta memperoleh bahagian di dalam karya penyelamatan Tuhan Yesus Kristus yang adalah dasar iman kepercayaan kita.

4. Karena saudara adalah Guru Jemaat di Huria Kristen Batak Protestan, kepada saudara diserahkan tugas mendidik anak-anak. Selain mata pelajaran sekolah, saudara harus mengajarkan Firman Tuhan supaya mereka mengenal Tuhan Yesus.

5. Agar yang diuraikan di atas terlaksana, saudara harus memiliki cara hidup yang baik di hadapan Allah dan di hadapan Jemaat. Jadilah teladan bagi Jemaat yang diserahkan Tuhan kepada saudara.

Kamis, 24 April 2014

TELUR PASKAH DAN MAKNANYA

Telur Paskah


Telur Paskah mempunyai latar belakang dalam budaya purba. ‘Telur’ merupakan simbol yang amat penting dalam mitologi purba, terutama mitologi di negeri India dan Mesir. Di sana dipercayai secara umum bahwa jagat alam ini bermula dari sebutir telur yang amat besar. Telur ini sebegitu besarnya sehingga ia mampu menghubungkan surga dan bumi. Telur juga berhubungan erat dengan ¡§Ritus Kesuburan¡¨ di musim semi oleh orang Indo-Eropa pada masa pra-kristen, terutama mereka yang menduduki pulau Kreta serta orang-orang Persia. Orang Mesir dan Persialah yang memulai memberikan hiasan warna-warni pada telur pada upacara ritus kesuburan itu.

Orang Yunani memberikan warna khusus pada telur Paskah yakni warna merah sebagai simbol Darah Kristus. Mereka menggunakan telur yang sudah direbus dan diwarnai pada hari Kamis Putih, dan dibagikan kepada umat pada hari Minggu Paskah. Telur itu tidak untuk dimakan, tetapi setiap orang berusaha memukul hancur telur yang dimiliki teman lain dengan menggunakan telur yang dia miliki , sambil juga berusaha menjaga agar telur miliknya tak sampai pecah. Pemilik telur terakhir yang tidak retak dan pecah adalah pemenangnya, dan diyakini bahwa ia akan dilimpahi keberuntungan tertentu oleh DIA yang telah bangkit.

Dalam kalangan Kristen, Telur adalah simbol kebangkitan. Sebutir telur yang sudah dieram, lalu pecah dan menetaskan anak-anak ayam, dianggap sebagai simbol Yesus yang keluar dari Kuburnya menuju kehidupan baru yang kekal, kehidupan yang tidak akan berakhir dengan kematian lagi. Seiring dengan perjalanan waktu, makna simbolik dari telur paskah sebagaimana digambarkan di atas dilupakan, dan di jaman ini penekanan telur paskah telah beralih pada Keindahan lahirnya yang penuh dihiasi warna-warni. Telur Paskah yang dibuat dari Coklat atau jenis ‘candy’ yang lainnya menjadi kesukaan khusus di masa Paskah.

Selamat menikmati telur Paskah, sambil tidak melupakan makna simbolik di baliknya.


Tarsis Sigho

Minggu, 20 April 2014

Arti Penting Kebangkitan Tuhan Yesus


Makna Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus




Tanpa kebangkitan, iman Kristen tidak mungkin muncul. Murid-murid-Nya hanyalah simbol kekalahan dan kehancuran. Mungkin mereka akan mengingat Yesus sebagai guru terkasih mereka, dan penyaliban hanya akan melenyapkan harapan akan mesias. Salib akan kelihatan menyedihkan dan memalukan sebagai akhir karir Yesus.
Kekristenan mula-mula sangat bergantung kepada kepercayaan murid-murid-Nya bahwa Tuhan telah membangkitkan Yesus dari kematian
.

Jika ditanya mengapa kebangkitan Yesus Kristus disebut sebagai bukti diri-Nya adalah Anak Allah?
Jawabnya:

1.  Dia bangkit dengan kuasa-Nya sendiri. Dia mempunyai kuasa untuk memberikan nyawa-Nya dan untuk mengambilnya kembali (Yohanes 10:18). Ini tidak bertentangan dengan pasal lain yang menyatakan Yesus dibangkitkan oleh kuasa Bapa, karena Bapa dan Anak bekerja bersama-sama, seperti halnya penciptaan, tiga pribadi Allah, yaitu: Bapa, Anak dan Roh Kudus bekerja sama secara harmonis.

2. Secara jelas Yesus telah menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah, kebangkitan-Nya dari kematian merupakan materai/persetujuan dari Allah Bapa akan kebenaran pernyataan-Nya. Jika Allah tidak menyetujui pernyataan Yesus sebagai Anak Allah, maka Allah tidak akan membangkitkan Yesus dari kematian.
Kenyataannya Allah membangkitkan Yesus dari kematian, seolah Allah Bapa mengatakan: "Engkaulah Anak-Ku, hari ini Aku menegaskan sejelas-jelasnya."

Khotbah Petrus saat hari Pentakosta juga berdasar kepada Kebangkitan Kristus (Kisah Para Rasul 2:14-40). Tidak sekedar tema khotbah, tetapi menekankan pentingnya kebangkitan. Kalau ajaran kebangkitan dihilangkan, maka semua ajaran kekristenan akan hilang.

Kebangkitan merupakan:
1. Penjelasan kematian Yesus
2. Penggenapan nubuat dalam Perjanjian Lama tentang Mesias
3. Sumber kesaksian murid-murid
4. Alasan pencurahan Roh Kudus
5. Menegaskan posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja.

Tanpa kebangkitan, posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja tidak akan terjelaskan.
Tanpa kebangkitan, pencurahan Roh Kudus akan meninggalkan misteri yang tidak dapat dijelaskan.
Tanpa kebangkitan, sumber kesaksian murid-murid hilang.

Kebangkitan adalah penggenapan dari nubuat mengenai Mesias yang akan bangkit di dalam Mazmur 16:10, 'tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.'

Jelaslah bahwa khotbah pertama kekristenan berdasar kepada Yesus yang telah bangkit.

Perjanjian Baru bergaung kepada  fakta Kebangkitan Yesus. Injil-injil mencatat  pernyataan Yesus bahwa Ia akan dikhianati, dibunuh dan bangkit lagi. Mereka menyaksikan  bahwa kubur telah kosong dan Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya seperti yang telah dikatakan-Nya.

Kisah Para Rasul mencatat Kebangkitan Kristus sebagai fakta dan membuatnya menjadi pusat pengajaran.

Surat-surat dalam Perjanjian Baru dan Kitab Wahyu menjadi tak berarti tanpa kebangkitan Yesus.

Kebangkitan diterima baik oleh:
- Keempat Injil yang terpisah
- Sejarah kekristenan mula-mula (Kisah Para Rasul)
- Surat-surat: Paulus, Petrus, Yohanes, Yudas, dan Surat Ibrani.

Ada banyak kesaksian yang dapat dipercaya. Dan karena Perjanjian Baru adalah kesaksian sejarah yang dapat dipercaya, maka Kebangkitan Kristus adalah fakta obyektif yang dapat dipercaya.

Sejak awal, kekristenan mula-mula secara bersama-sama memberikan kesaksian mengenai kebangkitan Kristus. Ini merupakan dasar pengajaran dan iman gereja dan telah masuk ke dalam literatur Perjanjian Baru. Jika semua pasal yang berhubungan dengan Kebangkitan dihilangkan, maka akan didapatkan Perjanjian Baru yang kacau, yang tidak dapat dijelaskan. Kebangkitan secara kuat masuk ke dalam kehidupan orang Kristen mula-mula. Ini muncul dalam kubur, lukisan-lukisan dinding, muncul dalam himne, dan menjadi tema yang kuat dalam penulisan-penulisan pembelaan iman Kristen pada empat abad pertama.

Jika kebangkitan bukan peristiwa sejarah, maka kuasa kematian tetap tidak dikalahkan; Kematian Kristus menjadi tidak ada artinya, dan umat yang percaya kepada-Nya tetap mati dalam dosa. Keadaannya akan tidak berbeda dengan sebelum mendengar nama-Nya.

Sulit untuk menggambarkan  depresi yang hebat akibat penyaliban Yesus yang  dialami para murid. Mereka tidak memiliki konsep bahwa kebangkitan lebih berarti daripada kematian. Mereka berpikir bahwa Mesias akan memerintah selamanya (Yohanes 12:34). Tanpa percaya kepada kebangkitan Yesus, tidak mungkin para murid percaya kepada Yesus yang hanya mati saja.

Kebangkitan mengubah bencana menjadi kemenangan. Karena Tuhan telah membangkitkan Yesus, maka Yesus secara tegas dinyatakan sebagai Mesias.  Dengan demikian makna penyaliban, oleh karena kebangkitan, kematian yang memalukan itu berubah menjadi kematian yang berperan dalam penyelamatan umat manusia.

Tanpa kebangkitan, maka kematian Yesus hanyalah kutukan Tuhan, tetapi dengan kebangkitan, maka kematian Yesus sekarang dilihat sebagai suatu peristiwa dimana pengampunan dosa umat manusia sudah terjadi.

Tanpa kebangkitan, kekristenan tidak pernah terjadi, para murid hanya melihat Yesus sebagai guru yang baik dan tidak akan pernah percaya bahwa Yesus adalah mesias.

Kebangkitan adalah fakta penting, karena kebangkitan menggenapkan keselamatan kita. Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa, dan sebagai akibatnya menyelamatkan kita dari kematian.

Kebangkitan juga membuat perbedaan yang tajam antara Yesus dengan semua pendiri agama. Tulang-tulang dari semua pendiri agama, selain Yesus, masih berada di bumi, tetapi kubur Yesus kosong.

Dampak dari kebangkitan, besar. Hidup menjadi memiliki harapan, kehidupan lebih berkuasa daripada kematian, kehidupan pada akhirnya menang.
Tuhan telah menyentuh kita di sini, Tuhan telah mengalahkan kematian, musuh terakhir kita.

Kebangkitan telah mengubah  hidup para murid sebelum dan sesudah kebangkitan. Sebelum melihat kebangkitan, mereka lari, menyangkal Gurunya. Mereka berkumpul dan bersembunyi dalam ketakutan dan kebingungan. Setelah melihat kebangkitan, mereka diubah dari ketakutan menjadi rasul yang berani dan percaya diri, menjadi penginjil yang mempengaruhi dunia, bersedia mati martir dan bersukacita sebagai utusan Kristus.

Kepada siapakah Saudara mempercayakan hidupmu? Apakah yang engkau percayai mempunyai kuasa kebangkitan? Apakah yang engkau percayai mempunyai kuasa terhadap kematian?

Jika engkau belum mempercayai Yesus, percayakan hidupmu sekarang juga kepada Yesus yang telah bangkit dan mengalahkan kuasa kematian.
Jika engkau mau percaya kepada Yesus, kematian bukan hal yang menakutkan Saudara lagi dan kebangkitan maupun hidup yang kekal akan Saudara terima. Maukah Saudara?

Sumber:
Josh McDowell, The New Evidence that Demands a Verdict, Thomas Nelson Publisher

Kristus Yesus bangkit  dan hidup kembali pada hari ke tiga sesudah kematian tubuh-Nya di kayu salib. Kebangkitan
Kristus Yesus dari kematian adalah peristiwa  ketika Yesus Kristus  yang secara fisik telah mati hidup kembali mengalahkan kematian.  Tubuh kebangkitan Kristus meski berbeda dari tubuh lama-Nya, namun masih memiliki kaitan dengan yang lama karena , misalnya rupa-Nya  masih sama sehingga bisa dikenal oleh para murid-Nya  dan bekas luka di tangan-Nya masih ada (Yoh. 20:25-28).

Kebangkitan Kristus dari kematian amatlah penting bagi orang Kristen, karena memberikan status hukum kebenaran di hadapan Allah (Rom. 4:24-25), memperlihatkan betapa hebat-Nya kuasa dalam diri orang Kristen (Ef. 1:18-20), dan memberikan kehidupan penuh harapan (1Pet. 1:3-4).

  1. KEBANGKITAN KRISTUS MENGHASILKAN KEBENARAN KITA (Rom. 4:23-25)    "Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja,  tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,  yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.  (Rom 4:23-25 ITB).
    • Kebenaran di sini secara theologis merupakan status hukum (judicial) yang Allah, selaku Hakim Maha Adil, anugerahkan kepada kita.
      • Kebenaran merupakan antonim / kebalikan dari vonis bersalah / berdosa dengan segala hukumannya yang Allah selaku Hakim Maha Adil nyatakan kepada manusia.   
      • Kebenaran menunjukkan keadaan hubungan kita dengan Allah, yakni Dia memandang kita bukan sebagai orang berdosa / bersalah yang patut dihukum, tetapi sebagai orang benar / tidak bersalah (meskipun dalam kenyataannya secara moral kita telah berdosa/bersalah).
    • Kebenaran kita merupakan karya kebangkitan Kristus Yesus dari kematian.
      • Kita dibenarkan bukan karena hasil usaha, perbuatan, dan kebaikan kita.    
      • Kita dibenarkan karena karya kebangkitan Kristus dari kematian.   
      • Jika kematian-Nya di kayu salib terjadi karena dosa kejahatan kita, maka kebangkitan-Nya dari kematian terjadi karena / demi pembenaran kita.
    • Cara kita mendapatkan kebenaran adalah dengan iman / percaya kepada Dia yang telah membangkitkan Kristus Yesus. "... karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, ..."
      • Secara subjektif iman (pistis) adalah sikap hati tanpa keraguan sedikitpun dalam berharap dengan penuh kesetiaan hanya pada janji Allah dan kuasa-Nya dalam mewujudkan janji-Nya itu bagi kita (band. Rom. 4:18-22).   
      • Secara objektif iman (pistis) kita tertuju kepada Dia yang telah membangkitkan Kristus dari kematian dan janji-Nya bahwa kebenaran hanyalah oleh iman dalam Kristus Yesus saja (Rom 3:22).
    • Hasil dari kebenaran dalam Kristus
      • Kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah (Rom. 5:1)
      • Kita pasti diselamatkan dari murka Allah (Rom. 5:9)
      • Kita kelak pasti menerima kemuliaan Allah (Rom. 5:2).
  2. KEBANGKITAN KRISTUS MEMBERIKAN KEHIDUPAN BARU KITA (1Pe 1:3-7)     Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,  untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.  Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.  Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.  Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
    • Kebangkitan Kristus memberikan hidup yang penuh harapan.
      • Karena Kristus telah bangkit mengalahkan kematian, maka kehidupan orang Kristen tidak berakhir pada saat kematian tubuhnya.    
      • Karena Kristus telah bangkit mengalahkan kematian, maka orang Kristen memiliki harapan untuk memiliki suatu harta kekayaan yang abadi, yang tidak dapat binasa, tidak dapat cemar, dan tidak dapat layu, yang tersimpan di surga (1Pet. 1:4).
    • Kebangkitan Kristus dari kematian memberikan kehidupan baru bagi orang percaya.
      • Karena kebangkitan-Nya, orang Kristen memiliki kehidupan baru.
        • Kehidupan baru ini bukanlah sekedar pembaharuan dari kehidupan yang sudah ada sebelumnya, tetapi secara substansil sama sekali baru (band. Yeh. 11:19; 36:36).      
        • Kehidupan baru ini terjadi secara supraalami ketika, oleh iman, Roh Kudus mempersatukan kita dalam kematian dan kebangkitan Kristus (Rom. 6:1-11).
      • Karena kebangkitan-Nya, Orang Kristen akan memiliki tubuh baru.
        • Kebangkitan-Nya menjadi prototipe kebangkitan orang-orang percaya. Dia disebut sebagai anak sulung (Kol. 1:18; Why. 1:5). Ini berarti Dia yang pertama memiliki tubuh kebangkitan abadi. Tubuh kebangkitan orang percaya akan baru seperti tubuh Kristus (1Yoh. 3:2) yang berbeda dari tubuh lama (1Kor. 15:35-41). Berdasarkan 1 Yohanes 3, ini berarti tubuh kebangkitan bersifat murni (ay. 3), tanpa dosa (ay. 5), dan benar (ay. 7).     
        • Tubuh baru akan kita miliki dalam sekejap ketika Kristus Yesus datang di awan-awan untuk menjemput dan mengangkat kita (1Kor. 15:51-52; 1Tes. 4:16-17).
    • Respon kita terhadap karya kebangkitan Kristus yang memberikan kehidupan penuh harapan.
      • Kita harus memuji Dia (1Pet. 1:3).      
      • Kita harus bertumbuh dalam iman, terutama ketika menghadapi penderitaan (1Pet. 1:5-7).

  1. KEBANGKITAN KRISTUS MEMPERLIHATKAN KEHEBATAN KUASA KITA (Ef. 1:18-20)     Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, (Eph 1:18-20 ITB).
    • Kuasa kebangkitan Kristus dari kematian itu maha hebat.
    • Kuasa kebangkitan Kristus ada pada orang percaya.
      • Kuasa (dynamis) mengandung arti kapasitas atau kemampuan untuk melakukan atau mempengaruhi sesuatu/orang.   
      • Kuasa itu diberikan pada saat pertobatan (band. Kol. 2:11-12; 1Pet. 3:21).   Kuasa yang ada pada orang percaya amat dahsyat dan diasosiasikan dengan kehadiran Roh Kudus di dalam diri orang percaya (band. Kis. 1:8).
    • Allah ingin kita hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus (1:17).
      • Roh Allah ini agar kita mengerti kehebatan kuasa-Nya bagi kita yang percaya. Kata “mengerti” (eido dan sinonim dengan epignosis, Ef. 1:17) bukan sekedar mengetahui secara intelektual kuasa itu, tetapi juga bermakna memberikan perhatian untuk mengenalnya hingga akrab dalam pengalaman nyata.    
      • Kuasa kebangkitan Kristus yang ada pada kita dimaksudkan untuk menjalan kehidupan kekristenan kita secara benar (band. Rom. 8:11-13; Fil. 2:12-13; 4:13; Ed. 3:20; 6:10).
    • Cara kita untuk mengenal dan hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus adalah dengan berdoa tak henti-henti-Nya (Ef. 1:15-17).
      • Berdoa dengan ucapan syukur.   
      • Berdoa dengan ketekunan / terus menerus.   
      • Berdoa dengan permohonan.
    • Hasil dari hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus adalah Allah akan meninggikan dan mempermuliakan kita, sebagaimana (meskipun tidak sama)  Dia meninggikan dan memuliakan Kristus di sebelah kanan-Nya (Ef. 1:20).

Kebangkitan Kristus menyelesaikan semua masalah manusia.

Masalah terbesar dalam kehidupan manusia adalah dosa. Masalah ini berdampak mendatangkan maut bagi manusia. Masalah di luar dosa adalah masalah yang bisa dikategorikan memiliki intensitas yang rendah dalam mempengaruhi masa depan manusia (hidup kekal). Kalau masalah terbesar saja bisa diselesaikan lewat kebangkitan-Nya (baca: 1 Korintus 15:54-57) apalagi masalah yang kadarnya tidak seberat dosa. Tetapi ada kecenderungan tatkala kita diperhadapkan dengan masalah kehidupan, kita lupa bahwa sebenarnya masalah yang ada di hadapan kita sudah diselesaikan bersamaan dengan kebangkitan Yesus tetapi karena kita melupakan berita besar kebangkitan Kristus, kita tidak mengambil kemenangan itu, kita menjadi manusia yang terluka, dendam, pesimis dan tertatih-tatih dengan beban kita, seperti era sebelum Kristus bangkit, “Mereka berkata seorang dengan yang lain: Siapakah yang akan menggulingkan batu itu bagi kita” (Markus 16:3). Kita sangat ketakutan dan khawatir dengan masalah-masalah kehidupan kita (siapa yang akan menggulingkan batu besar ini?) Kebangkitan Kristus merupakan penyelesaian dosa manusia dan semua masalah manusia. Tetapi masalahnya, sudahkah kita menggenggam erat makna kebangkitan Kristus itu dalam hidup kita? Kalau sudah, beban seberat apapun tidak akan mengaburkan pandangan kita terhadap sesuatu yang sangat besar yang Tuhan telah lakukan bagi kita yaitu kebangkitan-Nya. Kita tidak akan menghindari masalah tetapi masalah akan kita hadapi dari dekat dengan kaca mata iman bahwa kemenangan itu sudah ada dalam genggaman kita dan kita tidak akan meragukan kuasa Tuhan atas masalah-masalah kita, “Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling” (ayat 4). Apa yang kita kuatirkan yaitu masalah kita, sebenarnya Tuhan sudah “gulingkan” lewat kebangkitan-Nya. 

Kebangkitan Kristus memberikan harapan dalam kehidupan orang percaya. 

“tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.” (ayat 6) Jika ada kebangkitan berarti ada kehidupan, kalau ada kehidupan otomatis ada harapan. Orang yang benar-benar memiliki kebangkitan Kristus (menarik kebangkitan Kristus dalam hidupnya), akan menjalani hidup dengan bergairah dan antusias, tidak mengeluh dengan masalah, selalu optimis bahwa kemenangan akan diraih. Hidup merupakan anugerah terbesar dan tak ada bandingannya, harus dibayar mahal dengan kematian hina di Golgota di mana Yesus diposisikan sebagai orang terhina karena dosa manusia yang harus ditanggung-Nya. Kebangkitan juga berarti harapan, dengan kebangkitan Kristus, harapan akan hidup kekal termasuk menang atas masalah kehidupan terpampang dihadapan kita. Orang yang betul-betul memaknai kebangkitan Kristus sebagai kebangkitan dirinya akan menghadapi hidup ini dengan gagah berani, tidak akan takut dengan pencobaan seberat apapun, tidak akan ada luka, tidak akan ada dendam, karena Yesus telah bangkit dengan membawa hidup dan harapan untuk hari esok kita. 

Kebangkitan Kristus berimplikasi kepada suatu tanggung jawab untuk memberitakan Injil 

"Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus; Ia mendahului kamu ke Galilea, di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepadamu” (ayat 7) Kata pergi adalah kata kerja aktif yang menunjukkan suatu tindakan. Kata ini mengandung makna sebuah perintah yang harus dilakukan dan harus dipertanggungjawabkan. Tujuan Tuhan datang ke dunia ini untuk memerdekakan manusia dari dosa. Tuhan tidak menghendaki hanya beberapa atau sebagian dari manusia di dunia selamat tetapi keselamatan yang disediakan-Nya berlaku untuk semua orang yang mau percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Untuk tujuan ini Tuhan memerintahkan orang percaya yang telah memiliki kebangkitan-Nya untuk memberitakan kabar baik mangenai keselamatan ini yaitu Injil Kristus kepada orang-orang yang belum percaya. Ini suatu tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada kita. Kita tidak perlu berdalih bahwa kita tidak cakap untuk berkata-kata, atau tidak punya kemampuan untuk menginjil tetapi asal kita mau taat dan setia terhadap tanggung jawab yang diberikan kepada kita, Tuhanlah yang akan mendahului langkah kita jadi tidak alasan untuk tidak pergi memberitakan Injil. ”Dia akan mendahului kamu ke Galilea”. Di sini dibutuhkan ketaatan untuk memenuhi tanggung jawab ini agar keselamatan di dalam Kristus tersebar ke seluruh dunia. ”Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.” (Markus 16:8)


Jadi kalau ingin kebangkitan Kristus itu menjadi milik kita dan berpengaruh dalam hidup kita, miliki pandangan bahwa kebangkitan Kristus menyelesaikan semua masalah dalam kehidupan kita termasuk masalah terbesar yakni dosa. Kebangkitan Kristus juga menyediakan harapan dalam hidup kita. Tetapi kebangkitan Kristus juga memberikan suatu tanggung jawab kepada kita untuk memberitakan Injil. Sebab Dia Hidup ada hari esok.

Kebangkitan Yesus merupakan bukti keperkasaan Allah atas maut sehingga kita mendapat jaminan bahwa Allah hadir memberikan damai sejahtera-Nya kepada kita. Sehingga kita tidak perlu takut menghadapi musuh sebab kunci maut itu sudah ditangan Yesus. Iblis tidak mempunyai daya lagi.
Karena itu, sebagai umat percaya, marilah kita terus bersemangat memberitakan karya Allah yang besar itu, sebagaimana yang dilakukan perempuan-perempuan yang mula-mula menyaksikan kubur kosong (Lukas 24: 10).
Kebangkitan Kristus mempunyai arti penting bagi umat manusia, oleh sebab
1. Kebangkitan Kristus mengkonfirmasikan/menegaskan bahwa karya Kristus sebagai Juruselamat umat manusia sah di hadapan Allah
2.  Kebangkitan Kristus meenguhkan tentang keilahian Kristus Yesus, bahwa Dai sesungguhnya  adalah Anak Alllah yang berkuasa.
3. Kebangkitan Kristus menyebabkan tidak terputusnya hubungan antara Tuhan Yesus dengan    umatNya. Menjamin bahwa kita memiliki Tuhan yang hidup, bukan Tuhan yang mati.
4.      Menjamin kebangkitan masa depan kita Karena Yesus mati dan bangkit kembali, maka kita akan dibangkitkan seperti Dia.

1 Korintus 15:20 mengatakan, "Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal."
Kata "anak sulung" berbicara tentang pengambilan sampel, pendahuluan, gambaran sekilas.
Yesus adalah anak sulung.Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita tahu bahwa tubuh kita yang dibangkitkan, dalam beberapa cara, akan menyerupai tubuh-Nya yang telah bangkit.
Sampai sejauh mana, kita tidak bisa memastikan.

Tetapi jika tubuh kita benar-benar seperti tubuh-Nya yang telah bangkit, itu berarti kita akan dengan jelas dikenali.
5.       kebangkitan Yesus adalah bukti penghakiman di masa depan.
Mungkin kabar ini tidak terdengar menyenangkan, tapi ini sesuatu yang perlu kita ketahui.
Kita hidup di dalam masyarakat dan dunia, dimana keadilan sering diselewengkan dan diabaikan.
Kita melihat hal-hal yang terjadi di dunia ini, dan berkata, "Mengapa bisa seperti ini? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?"

Kebangkitan-Nya bagi kita berarti, dari antara segala perkara, keadilan Allah pada akhirnya akan menang.
6.      , kebangkitan Kristus memberi kita kekuatan untuk menjalani kehidupan Kristen (Roma 8:11).
Tentu saja Alkitab tidak mengajarkan bahwa kita tidak akan berbuat dosa di dalam tubuh yang kita tinggali sekarang.

Namun di sisi lain, kita dapat mengurangi dosa, bukan oleh kemampuan kita sendiri, tetapi hanya dengan kuasa Roh Kudus.
Kristus dapat membuat kita, pribadi yang berbeda satu sama lain, menjadi manusia baru.
Kita harus percaya bahwa, "... yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang". (2 Korintus 5:17)
Penutup
  1. Karena Kristus Yesus telah bangkit mengalahkan kematian, maka kita bisa mendapatkan kehidupan yang benar dan berkenan di hati Allah, kita memiliki kuasa yang dahsyat dalam menjalan kehidupan kekristenan, dan  kita memiliki masa depan yang penuh kemuliaan.
  2. Mintalah dalam ketekunan doa agar Roh Kudus mememberikan hikmat-Nya kepada kita untuk bisa hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus.
Sumber  Sumber
Josh McDowell, The New Evidence that Demands a Verdict, Thomas Nelson Publisher
Marulisiahaan.blogspot.com
Buku-buku dan artikel tentang kebangkitan Yesus
Buku-buku Tafsir