Rabu, 22 April 2026

Jamita Minggu XIX Dung Trinitatis, 26 Oktober 2025 2 Timotius 3 : 10 - 17 Rimpas Jala Hobas Tu Nasa Ulaon Na Denggan/DIperlengkapi Untuk Setiap Perbuatan Baik

 

Jamita Minggu XIX Dung Trinitatis, 26 Oktober 2025

2 Timotius 3 : 10  - 17

Rimpas Jala Hobas Tu Nasa Ulaon Na Denggan/DIperlengkapi Untuk Setiap Perbuatan Baik

I.        PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan zaman akan banyak tawaran dan godaan yang mempengaruhi kehidupan moral dan spritualitas umat manusia terlebih lagi dengan adanya kemerosotan karakter manusia. Manusia lebih mengikuti hawa nafsu daripada Tuhan. Tanpa adanya bimbingan dan arahan akan membuat manusia jauh dari kata kebenaran, keadilan dan kepedulian akan sesama maupun seluruh ciptaan Tuhan. Untuk itu, melalui pengajaran dan belajar  merupakan salah satu cara membangun karakter yang kuat. Karakter yang berkualitas dapat menjadi kekuatan yang dapat diandalkan untuk menghadapi setiap tantangan dan pergumulan di dunia ini. Hal ini menjadi cara yang dilakukan oleh Rasul Paulus dalam mengembangkan moral dan spitirualitas para pelayan dan jemaatnya. Salah satunya kepada murid yang dikasihinya yaitu Timoteus. Timoteus yang merupakan seorang rohaniawan dari kecil sudah dekat dengan Firman Tuhan dan dipilih untuk menjadi pelayan di rumah Tuhan. Paulus hingga dia masuk penjara pun begitu gigih tak henti – hentinya memberikan nasehat dan pengajaran guna menguatkan dan membimbing Timoteus untuk lebih matang dalam menghadapi berbagai macam situasi yang kemungkinan terjadi di jemaat dan gereja seiring dengan perkembangan zaman ini. Rasul Paulus tetap setia  mendampingi murid-muridnya melalui surat-surat peneguhan yang menguatkan para muridnya untuk melayani jemaat Tuhan. Paulus mengingatkan bahwa kunci keselamatan yang diperoleh dan kekuatan untuk terus melayani itu berasal dari Firman Tuhan yang menjadi modal dasar yang kuat menghadapi tantangan pelayanan dan perkembangan zaman sekarang ini.

 

II.     PENJELASAN NAS

                Ayat 10 – 11, Paulus mengungkapkan perasaan sukacitanya kepada Timoteus yang dalam ketekunan dan kesetiaannya dalam melakukan tugas panggilan sebagai pelayan Allah. Banyak hal yang ditelah diajarkan Paulus kepada Timotius antara lain ajaran tentang kebenaran Firman Allah baik itu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, cara hidup Paulus yang senang mendoakan, selalu beribadah dan belajar Firman Tuhan. Paulus juga tidak hanya belajar akan tetapi menerapkan Firman Allah dalam bentuk kerendahan hati dan selalu mengutamakan Kristus dalam hidupnya. Ia juga selalu hidup dalam pengharapan sehingga dalam berbagai kondisi ia tetap sabar dan tekun dalam menghadapi rintangan. Melalui itu semua, sepatutnya Paulus menjadi teladan yang patut ditiru dalam diri seorang pelayan. Inilah pengajaran yang diterima oleh Timotius yang ia tiru untuk diterapkan dalam hidupnya dan meskipun ia tergolong muda ketika ditunjuk sebagai pelayan akan tetapi itu tidak menyurutkan semangatnya dan kegigihannya dalam melayani jemaat Tuhan. Hal ini terlihat dari nasehat yang disampaikan oleh Paulus “Jangan Seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang – orang percaya, dalam tingkah lakumu, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” ( 1 Tim 4 : 12). Artinya usia dan status tidak menjamin iman dihadap Tuhan. Baik muda dan tua hendaklah mau menerima pengajaran dan didikan untuk melakukan yang baik serta menjadi teladan bagi banyak orang. Timoteus dalam keberanian dan kesetiaannya terus mengupayakan yang terbaik dibawah arahan dan bimbingan mentornya yaitu Rasul Paulus dan ia selalu kuat karena ia selalu menerima nasehat penguatan dan kata kata yang mengihibur ketika ia mengalami kesulitan. Hal ini menunjukkan keterbukaannya bahwa ia mau menerima segala nasehat dan pengajaran. Timoteus menyadari akan kekurangan dan keterbatasannya untuk itu ia mau terus belajar dan dibentuk semakin kuat melalui pengajaran yang ia terima. Ia melakukan semua yang diajarkan oleh Paulus, meskipun susah dan sulit tapi dengan ketekunan dan kesabaran ia pun mampu melawati semua itu.

                Ayat 12-13, Paulus menyadarkan kembali bahwa menjadi pengikut Tuhan memang akan selalu ada saja tantangan dan pergumulan yang di hadapi karena manusia sedang dibentuk untuk berbeda dengan dunia ini. Bahkan kadang kala yang dihadapi seakan akan diluar kemampuan kita, seperti usia jemaat yang dilayani lebih tua, status jabatan lebih tinggi ataupun status social yang jauh berbeda dari kita. Hal ini dapat melemahkan kita dan membuat rasa insecure ( tidak percaya diri ) dalam bekerja. Tidak jarang pula hal itu membuat kita jadi menutup mata jika terjadi ketidakadilan dihadapan kita karena perbedaan status tersebut. Selama kita masih tinggal di dunia akan banyak godaan yang dapat membawa kita kedalam dosa dan jauh dari Tuhan. Setiap penjahat akan semakin jahat mempengaruhi dan mengajak semakin banyak orang berbuat jahat dan dosa. Itu sebabnya, menjadi berbeda dari dunia bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan, para pengikut Kristus dan melakukan kebenaran dan keadilan selalu dikucilkan kadang kala mendapat penganiayaan atau diasingkan dari komunitas akan tetapi buah yang kita peroleh ketika mampu bertahan dan melewati semua itu adalah keselamatan sejati yang tidak ada di dunia ini.

                Ayat 14-15, Disini Paulus mengingatkan senjata yang dapat digunakan untuk melawan segala kejahatan dan bertahan melewati pencobaan dunia adalah Kitab Suci yang berisi Firman Tuhan. Latar belakang keluarga Timoteus baik ibu dan neneknya termasuk orang yang baik dan yang taat beribadah, mulai dari kecil Timoteus sudah diperkenalkan dan diajarkan berbagai hal tentang Firman Tuhan. Bahkan ketika Timoteus dipilih menjadi pelayan dan berpisah dengan Timoteus, Paulus berpesan untuk bertekun dalam Kitab Suci dalam membangun dan mengajar ( 1 Tim 4 : 13 ). Begitupula ketika Paulus jauh dan tidak bisa memberikan bimbingan secara langsung, Timoteus diarahkan untuk berpedoman pada Firman Allah karena itulah dasar hidup sesungguhnya yang dapat membawa seseorang kepada kebenaran. Kini, Paulus mengingatkan kembali kepada Timoteus supaya ia tidak goyah dan tidak dikalahkan oleh tantangan zaman maupun kejahatan dunia ini apapun dan bagaimanapun situasinya.

                Ayat 16, Makna kata “ Segala Tulisan yang diilhamkan Allah” berarti seluruh isi dalam Alkitab itu bersumber dari Allah dan merujuk pada otoritas (kekuasaan) mutlak milik Allah. Hadirnya Kitab Suci Melalui Roh Kudus membimbing hati dan pikiran setiap penulisnya untuk menyampaikan karya Tuhan dalam dunia. Maka dari itu Kitab Suci merupakan alat yang digunakan Allah untuk memberikan pengajaran tentang kebenaran yang sejati dan melibatkan manusia dalam setiap prosesnya. Adapun fungsi dari Kitab Suci yaitu :

-          Mengajar, melalui Firman Tuhan dalam Kitab Suci manusia dapat belajar menentukan apa yang baik dan benar  seturut kehendak Tuhan serta menjauhi yang salah.

-          Menyatakan kesalahan,  Melalui Firman Tuhan menjadi cermin hidup yang menunjukkan apa yang kurang dari hidup manusia baik itu dosa dan kesalahan yang diperbuat yang bertujuan untuk melemahkan melainkan menuntun kepada pertobatan.

-          Memperbaiki Kelakuan, Melalui Firman Tuhan dapat memperbaiki dan memulihkan hidup yang sebelumnya rusak menjadi pribadi yang baru dan baik.

-          Mendidik dalam Kebenaran, Tuhan itu adalah kebenaran dan hidup. Semua pengajaran dan didikan mengarahkan umat manusia untuk hidup seperti yang Tuhan inginkan dan meniru pribadi Allah dalam kehidupan sehari – hari. Pendidikan bukan sekedar menambah pengetahuan atau memanfaatkan pengetahuan untuk membodohi orang lain. Melainkan memakai pengajaran, didikan dan ilmu pengetahuan untuk kebaikan dan peningkatan karakter dan spritualitas hidup yang baik.

Ayat 17, Pada dasarnya segala sesuatu diciptakan oleh Allah, maka dari itu setiap ciptaan adalah kepunyaan Allah. Kemudian, semua ciptaan Allah diperlengkapi Tuhan Allah untuk perbuatan baik. Artinya, Tuhan Allah mengkehendaki untuk setiap ciptaan Allah untuk melakukan yang baik dan terbaik dalam hidupnya dengan Firman Allah menjadi pedoman hidup dan cara Tuhan untuk menyampaikan pesan mengerjakan kebaikan dalam hidup manusia.

III.     KESIMPULAN

Topik minggu Diperlengkapi Untuk Setiap Perbuatan Baik, diperlengkapi berarti disediakan, diberikan sesuatu supaya siap untuk melaksanakan sesuatu hal yang menjadi tugas tanggungjawab. Begitulah yang dilakukan Allah dalam hidup kita umat ciptaan-Nya. Umat manusia mempunyai fisik yang kuat dan akal pikiran yang cerdas akan tetapi ketika tidak dibarengi dengan ajaran dan Firman Allah dapat membawanya dalam kebinasaan. Disisi lain, fisik dan akal pikiran yang disertai dengan hikmat dari Allah mendatangkan kebaikan nyata ditengah - tengah kehidupan. Supaya kita siap menghadapi segala tantangan dan segala bentuk kemerosotan moralitas manusia saat ini. Tuhan Allah memperlengkapi bagian yang kosong dan kurang dari diri kita yaitu hikmat untuk berbuat baik dengan berbagai pengajaran dan nasehat dalam menyikapi setiap situasi melalui Firman Allah dalam Kitab Suci. Sesungguhnya, dalam Firman Tuhan ada kuasa yang luar biasa mempengaruhi hidup umat manusia. Ketika kita belajar dan merenungkan Firman Tuhan, disitulah Tuhan bekerja menolong dan membantu kita dalam bekerja. Untuk itu, bertekunlah selalu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan dan pakailah Firman Tuhan menjadi sumber kekuatan menghadapi dan mengalahkan kejahatan serta menuntun setiap pribadi ciptaan Tuhan dalam kebenaran.

C. Diak S. Br Siahaan

Jamita Minggu XVIII Dung Trinitatis, 19 Oktober 2025 Topik : Nunga Tangkas Huida Bohi Ni Debata/Aku Telah Melihat Allah 1 Musa 32: 22-32

 

Jamita Minggu XVIII Dung Trinitatis, 19 Oktober 2025

Topik : Nunga Tangkas Huida Bohi Ni Debata/Aku Telah Melihat Allah

1         Musa 32: 22-32

 

I.   Patujolo:

Hataridaan ni haporseaon ni sasahalak ima molo tangkas  parsiranggutonna tu Debata di ragam ni hamaolon/tantangan na niadopanna di ngolu on, alai boi tangkas dihamonanghon mardonganhon huaso dohot asi ni roha ni Debata. Marhite sian pardalanan ni ngolu ni si Jakob di turpuk on, diajari do hita asa tung tangkas parsiranggutonta dibagasan pos ni roha paboa didongani jala dipargogoi Tuhan i do angka na porsea. Gumul-juang ni si Jakob on patuduhon titik balik perjalanan rohani dan identitasnya, Jakob mengalami transformasi melalui perjumpaan yang sangat misteri dan ilahi di tepi sungai Yabok. Dison ma tangkas taida, di ragam ni hamaolon na masa diadopi si Jakob, alai dibagasan parsiranggutanna i taruli ma ibana di haimbaruon / transformasi na pinatupa ni Jahowa tu ibana huhut gabe jumpang sada panindangion na mansai arga di ibana mandok  Nunga Tangkas Huida Bohi Ni Debata”

II.     Hatorangan ni Turpuk:

Nunga tung leleng si Jakob lao sian Kanaan tu Padang Aram, huta ni tulangna si Laban. Dungi jumpang ma tingkina si Jakob laho mulak tu hutana, hombar tu naung disuru Jahowa ibana asa mulak (1 Ms 31: 3, 13). Alai sai mian dope di bagasan rohana biar laho mulak jala pajumpang dohot si Esau. Mansai marungkil situtu do si Jakob laho mulak tu Kanaan ala biar ni rohana i. Ra di sada sisi, tung di bagasan sihol ni roha do ibana naeng pajumpang dohot hahana si Esau i. Alai di sisi asing, si Jakob pe tung mansai biar situtu dope pajumpang siala rasa bersalah yang menyelimuti (ketakutannya terjadi karena ada ancaman, dan dalam ketakutan itu terjadi tekanan jiwa/tekanan batin yang membuatnya mengalami ketakutan sehingga tidak tenang, gelisah). Di parungkilon na mambahen rohana sai marhusari, dipatuduhon ibana do hataridaan ni upaya asa anggiat lam dipalambok hahana i rohana molo nunga saut nasida pajumpang marhite na dipasahat ibana persembahan tu si Esau-sebagai upaya rekonsiliasi (semua adalah upaya Yakub agar pertemuan itu bukan menjadi pertempuran namun berakhir dengan perdamaian). Dungi, andorang so saut nasida pajumpang, di ayat 24, si Jakob holan sahalakna do di tingki tonga borngin, ro di buha siang ari (Terj. LAI: sampai fajar menyingsing) di Seberang Sungai Yabok,  sada partingkian na mansai hohom (saat yang begitu sunyi, saat yang teduh) disi do ibana martangiang pasahathon biar dohot holsona i (pergumulannya). Di tingki i, ro ma sahalak marsiranggut dohot ibana, ima na gabe pengalaman Rohani, peristiwa spiritual. Hata “marsiranggut”  (bergumul/ bergulat). Ise do halak na didok di turpuk on? Halak na didok dison, ima “seorang laki-laki” surusuruan na gabe parhitean (representative) ni Jahowa. Molo didok parhitean ni Jahowa, ndada Jahowa sandiri na ro langsung, alai di bagasan ni parhitean i adong hakekat ni Jahowa (hakekat Ilahi YHWH) (ptd. Terj. LAI Hosea 12: 3-4).

Dipaboa do na disoro halak i (ima suruan i) soit ni si Jakob gabe mengkatekat ma si Jakob. Nian ndang na so boi ditaluhon si sahalak on si Jakob asa pintor so, alai ndang olo halak i manaluhon si Jakob. Disoro ma soitna na paboahon asa unang mangasahon gogona sandiri si Jakob mangadopi biar ni rohana i (ketakutan), gabe sai ditiopi si Jakob ma surusuruan i sahat tu buha siang ari, laos didok ma: “ndang hupalua Ho, nda jolo dipasupasu Ho au”. Pasupasu na dipangidohon si Jakob di turpuk on ndada holan pasupasu di sinadongan (harta/ materi) alai pasupasu na dipangidohon ima asa jumpang songon pasupasu naung dipasahat si Ishak, amana i (bdk. 1 Ms 28: 1-15). Pasupasu na dipangidohonna ima pangaramotion dohot pandonganion ni Jahowa di ngoluna, dohot pasupasu di ngolu haimbaruon di dirina. Dungi disungkun surusuruan i ma goar ni si Jakob. Nian ndang na so diboto surusuruan i goar ni si Jakob. Disungkun pe goarna i martudutudu do tu pangalahona hombar tu lapatan ni goarna i. “Jakob” (penipu ulung yang menipu, licik, sipaotooto). Jala dialusi, didok ma goarna, alai gabe laos dipaimbaru surusuruan i ma goar ni si Jakob, Ayat. 28: “Israel” na marlapatan ma i “berjuang” (Berjuang – Bergumul di hadapan Allah” atau “Allah yang berdaulat”) dalam doa yang diserukan. Marhite goar Israel, patandahon na tutu do ibana gabe hasian ni Jahowa Debata dung diida haporseaonna songon na masa di Jabok i. dihamonanghon ibana do parsiranggutonna i. Marhite suruan i di bagasan hamuliaon dohot hahomion ni Debata, diida si Jakob ma bohi ni Debata jala malua ma nang tondina, ido umbahen laos digoari ma inganan parsiranggutan na i Peniel. “Peniel”  yang berarti “Wajah Allah”.

Ini menunjukkan bahwa pengalaman pergumulan ini bukan sekadar konflik fisik, tetapi sebuah pertemuan ilahi yang mentransformasi dirinya. Parsirangguton ni si Jakob on gabe hataridaan ni simbol do on di ragam ni pengalaman haporseaon ni angka na porsea. Asa unang gabe sai tapangasahon jumolo hagoonta dohot hapistaronta alai naeng ma tangkas dipasirangguthon marhite haporseaon di pangurupion ni Debata, asa lam dipatau hita disandok pardalanan ni ngolunta. Laos diajari do hita asa tangkas  mangantusi ia pasupasu na mansai arga sian Tuhan i, ima marhite parjumpanganta na mansai rosu tu Ibana na mamboan haimbaruon / transformasi di ngolunta.

III.  Sipahusorhusoron:

a.        Hombar tu parsuruon ni Debata, dibagasan toruk ni roha, borhat do si Jakob manopot si Esau, nang pe mansai borat i di rohana. Dison taida niat baik ni si Jakob na rade rohana meminta maaf tu si Esau. Alani, naeng ma gabe parsidohot hita mangharingkothon ngolu sisongon i ditongatonga ni huria, keluarga nang di angka parsaoran siganupari, asa anggiat lam  moru rumang ni angka konflik na berkepanjangan dohot na masihosoman manang dendam.

b.       Adong do pandohan na mandok “Hidup adalah Perjuangan, hadapilah”. Marhite parsiranggutan ni si Jakob di turpuk on, gabe parsiajaran na arga di hita asa tangkas ma taalualuhon jala taelekhon tu Tuhanta i ala dibagasan Ibana do hita margogo  manghamonanghon angka hatahutan, hamaolon, dohot  ragam ni angka boban na taadopi di ngolu on. Unang lari hita sian angka parsoalan, alai taadopi ma marhite parsirangguton ni haporseaonta na tangkas, dibagasan tingki na hohom ro ma hita tu adopanNa, asa tangkas tahamonanghon perjuangan dohot angka pergumulanta.

c.       Jakob dijalo do goar na imbaru songon simbol identitas baru. Nang hita pe songon pamatang ni Kristus, jala angka sitindangi di barita na uli tarjou do nang hita asa olo hita dipaimbaru / ditransformasi Tuhan i, mengalami pembaharuan diri asa patar jumpang identitas na imbaru ima ngolu na lam tu dengganna, tu ulina di adopanNa na boi gabe tiruan di tonga ni keluarga, masyarakat nang di angka panghobasion di tonga ni huriaNa. Dungi dohononta ma “Aku telah melihat Allah - Nunga Tangkas Huida Bohi Ni Debata”. Amen.

                                                                                                                                                              Bvr. R. br. Sibarani

MINGGU XVII DUNG TRINITATIS, 12 OKTOBER 2025, EV : ROM 1 : 8 - 15. MANJAMITAHON BARITA NA ULI SIAN NASA ROHA / MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI

 

MINGGU XVII DUNG TRINITATIS, 12 OKTOBER 2025,

EV : ROM 1 : 8 - 15.

MANJAMITAHON BARITA NA ULI SIAN NASA ROHA /  MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI

I.   Patujolo

Surat Roma on di surathon Apostel Paulus tarhira taon 57 M, Sian luat Korintus ima na tongon ibana manguduti pardalananna laho tu Jerusalem. Laos dibagasan surat na i, tangkas do diakuhon si Apostel Paulus, sasintongna dang hea dope ibana ro lansung manopot Huria Roma laho manghobasi nasida ( Rom 1 : 10, 13, 15 : 22-23). dang apala takkas ise do parbarita nauli na parjolo na ro tu huta Roma, alai diperkirakan ima angka halak na ro parsidohot di ari Pentakosta na di Yerusalem (Ulaon 2 : 10…”Dohot halak Roma na maringanan dison , halak Jahudi ro di angka parguru). Laos songoni i do nang si Akwila dohot Priskila ima sada ripe na parsidohot manghobasi di mula na i di luat i ( Ulaon 18 : 2, Rom 16: 3-5), laos sian angka ima di rajumi na pajongjong huria na parjolo di huta Roma

Laos Huta Roma on, ima sada luat na targoar sangat maju atiha i ala tongon luat roma on gabe Pusat kota naung torop masyarakatna sian ragam ni angka latar belakang ulaon nang angka parbinotoan, Alai diluat i pe jumpang do nang angka pangalaho pangalaho na maralo tu hatigoran, torop angka sipelebegu juga penyembahan terhadap Kaisar, moralitas yang rusak dohot torop angka jolma na mauas di hasintongan. Situasi ni luat roma on mambahen ganup angka na masa hatop do tarsar baritana tu angka luat na asing , songoni ma nang naniadopan ni angka halak naung porsea na bertahan di haporseaonna nang pe ragam angka naniadopan nasida alani angka paksaan ingkon manomba debata sileban, jala diarahon ingkon parsidohot mangulahon na maralo tu hasintongan. Hatoguon ni haporseaon nasida ima na sahat tu si Paulus, laos ima na mambociri sihol ni roha ni si Paulus manongos surat jala masihol naeng ro manopot Nasida

II.     Hatorangan ni Turpuk

Ayat 8 10 Las Ni Roha Dibagasan Hata Mauliate

Dipungka si Paulus do suratna marhite roha na mandok mauliate tu Debata siala las ni rohana mambege barita togu ni haporseaon ni halak Roma na sahat tu liat portibion. On patuduhon ia haporseaon na mangolu boi dio gabe panindangion na tanggkas di ida halak na asing.  Ini menunjukkan bahwa iman yang hidup, pasti akan menjadi kesaksian yang nyata. Lapatanna marbarita nauli dang holan marhite hata alai marbarita nauli boi tangkas tarida sian parange siganup ari. Alani do diondolhon si Paulus, ndang mansadi au marningot hamu jala tongtong do hupangido marhite tangiangku…lapatanna si Paulus manhajongjonghon na sai tongtong do diboan ibana huria Roma dibagasan tangiangna nang pe so hea dope nasida pajumpang . Doa menjadi dasar utama pelayanan Injil. Sebelum Paulus datang secara fisik, ia sudah “datang” melalui doa. Ini mengajarkan kita bahwa hati yang segenap untuk Injil dimulai dengan kerinduan dalam doa. Jala molo terbatas pe parjumpangan parsaoran alai tangiang boi do pasadahon parsaoran i dibagasan Kristus.

Ayat 11–15  Sihol Ni Roha Marsitungkolan Di Ulaon Panghobasion

Sihol do rohani si Paulus laho mangalehon bohal partondion jala patoguhon roha nasida asa tongtong margogo di haporseaon laho mangadopi angka ragam ni hamaolon. Laos sihol do nang rohani si Paulus asa ibana pe taruli di hiras ni roha marhite na mamereng hatoguon nasida di haporseaon. Sian on tarida do ringkot marsiurupan jala marsitungkolan di angka panghobasion asa lam margogo jala tetap semangat di panghobasion na marbarita nauli. Sihol ni roha ni si Paulus na tongtong marsangkap lao ro mandulo nasida alai tongtong sai adong pangambati, alai dang gabe sundat ibana pasahathon barita nauli dohot tangiangna nang pe ragam pangambati , roha na marsigorgor, semangat na manongtong mangonjar nang pe holan marhite manongos surat dang mangorui las ni roha, asal ma boi marparbue au (Boleh menjadi berkat) di hamu songon na di angka bangso na leban. Ala songon utang do di rajumi rohana molo so marbarita nauli ibana tu sude bangso, junani nang halak sileban, na pistar nang angka na hurang roha (ay 14..) Artinya, Injil bersifat universal, untuk semua kalangan tanpa diskriminasi. Karena itu, Paulus rela memberitakan Injil kepada jemaat di Roma. Ia tidak menunda atau mencari alasan, tetapi dengan penuh kerelaan hati.

III.     Refleksi / Penutup

Apostel Paulus di bagasan turpuk Rom 1 : 8- 15 on ima sada na patut ingkon sitiruan (Teladan) ala Paulus dang holan marlasni roha dohot mandok mauliate disiala haporseaon ni halak Rom, alai sitiruon do ibana di sihol ni rohana na marsigorgor laho marbarita nauli , disihol ni rohana laho pajumpang tu angka ruas na adong di luat na asing, marsaor jala marsitungkolan, masitangiangan di bagasan haporseaon na togu. Jala sitiruon do si paulus di sihol ni rohana asa boi ibana tong marbarita nauli tu sude halak. Orang yunani maupun bukan, orang pindar maupun bodoh. Paulus tidak memilih milih kepada siapa dia memberitakan injil tetapi sasarannya adalah seperri amanat agung Mateus 28 : 19-20…harus kepada semua bangsa. Diragam ni tantangan na niadopan ni ibana alai dang sumurut laho mamrbarita nauli, namun ia tetap memiliki hati yang berkobar dan semangat yang menyala penuh dengan sukacita. Bagi Paulus, Injil bukan hanya kabar baik yang menyelamatkan dirinya, melainkan amanat yang harus dibawa kepada semua orang. 1 Korintus 9:16 ("Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.") Alani ganup hita tarjou dang holan manjalo barita nauli alai ingkon do parsidohot gabe parbarita nauli, alai na gabe sukkun sukkun sadia bagas do sihol ni rohannta laho marbarita nauli? Torop do halak Kristen na mangauhon ingkon baritahonon do barita nauli i alai torop do na bangkol laho marbarita nauli, boi ma I alani angka losok, boi do holan marnida bohi, molo so adong keuntungan pribadi, manang alani jarak dohot tantangan na asing. Namun Seperti Paulus, kita juga dipanggil untuk memberitakan Injil dengan hati yang penuh: dengan doa, dengan kerinduan, dengan keberanian, dan dengan ketekunan, meski harus menghadapi tantangan. Karena Kalau kita tarik ke zaman sekarang, tantangan Injil tidak kalah besar. Dunia modern dipenuhi dengan teknologi, kenyamanan hidup, bahkan kebanggaan manusia atas pencapaiannya. Tetapi, di balik semua itu, banyak hati yang kosong, banyak jiwa yang hampa, dan banyak orang yang mencari makna hidup. Sama seperti Roma di abad pertama, dunia kita saat ini sangat membutuhkan Injil. Karena itu, tema kita hari ini menantang kita untuk meneladani hati Paulus: memberitakan Injil dengan segenap hati. Bukan setengah hati, bukan hanya saat ada kesempatan mudah, melainkan dengan doa, ketekunan, pengorbanan, dan kasih. Injil adalah kabar baik bagi semua orang—dan kita dipanggil untuk menyampaikannya dengan sepenuh hati. Kiranya kita semua memiliki hati yang sama seperti Paulus—hati yang merasa berhutang, hati yang tidak malu, dan hati yang penuh doa dan sukacita dalam membagikan Injil. Biarlah dunia mengenal Kristus melalui hidup, perkataan, dan pelayanan kita. Amin

                                                                                                                                                                  Pdt. D.K. Sinaga, S. Th

BAHAN SERMON HKBP RESORT AGAPE P.KERINCI MINGGU XVI DUNG TRINITATIS NA SUN BADIA DO DEBATA JALA PARBINOTO DI NA SALUHUTNA (HABAKUK 1:12-17)

 

BAHAN SERMON HKBP RESORT AGAPE P.KERINCI

MINGGU XVI DUNG TRINITATIS

NA SUN BADIA DO DEBATA JALA PARBINOTO DI NA SALUHUTNA

                                                                      (HABAKUK 1:12-17)

 

I.   PATUJOLO

Habakuk ima panurirang ni Debata na mangula di harajaon Jehuda di na lam jonok partingkian ni Jehuda tarbuang tu Babel di masa ni raja Joyakim. Tangkas do diida ibana hinadeak ni hajahaton, papeol uhum, dohot ginjang ni roha ni Jehuda hatiha i na so hombar tu sangkap nang aturan ni Debata paboa ingkon bangso na badia nasida ala Debata na badia do Jahowa, (Pat. Hab. 1:1-4; 3 musa 11:45). Dang ditutuptupi Panurirang Habakuk hajahaton ni Jehuda I di adopan ni Debata. Di bagasan kondisi na songoni sahat do tona ni Debata tu Habakuk paboa na naing lalu ma uhum ni Debata tu nasida marhite sada bangso ima bangso Kasdim (Hab. 1: 5-11). Kasdim/Babel ima sada bangso na bolon hatiha i na laho patundukhon nasida jala boanonna tu Babel bahen tawanan/hatoban. Sungkunsungkun do roha ni Habakuk di angka na laho masa i songon na pinatorang ni turpuk jamita on.

II.    HATORANGAN

Mangihuthon sistem harajaon ni Israel, digoari ma i Teokrasi na marlapatan Debata do raja. Asa molo pe dipabangkit raja di tongatonga ni bangso i, ndada na marlapatan gabe meret Debata sian “jabatan ni raja manang sitiop uhum partimbo”, manang gabe uhum jala aturan ni raja na dipabangkit  i na marlangku di tonga ni bangso i. Asa holan parhitean do angka raja i laho manguluhon bangso ni Debata i asa hombar tu uhum ni Debata. Domu tusi ma ala Debata do na gabe raja, sada kunci keberhasilan ni bangso i ima di tangan ni Debata. Gombaran ido na hinatindangkon ni Habakuk di ayat 12 i uju na nidokna “Nda ho do ale Jahowa Debatangku sian na robi dope na sun badia di ahu?. Ndang tagamon mate hami loasonmu”.  Lapatanna tuk, jala marhuaso situtu do Debata mangaramoti bangsona, ndang tagamon manang ise boi pasaehon nasida. Alai angkup ni i tangkas diboto Habakuk naeng paloason ni Debata Babel ima bangso na so mananda Debata laho manaluhon jala patundukhon nasida. Tutu sungkunsungkun do roha ni Habakuk di na masa i. Tung tagamon ma paloason ni Debata na badia i bangso na so mananda Debata mambondut na tumigor sian bangso na so mananda Debata i? (ayt.13; Bangso na tumigor sian ibana (Babel): diparhatutu Habakuk do nunga na jahat diula Jehuda, alai boasa justru bangso na jumahat na so marsomba tu Debata dipangke manguhum Jehuda ima Babel?.) . Tung pasombuon ni Debata ma Jehuda songon angka dengke nang gulokgulok na so margogo jala na so adong mangarajai manang manguluhon? (ayt 14) Songon na pinaandar nangkin Debata do na gabe raja jala na gabe penentu ni kejayaan ni Jehuda.

Dungi, tung sude do nasida masuk tu jala jala dipapungu tu bagasan hadanghadangan, lapatanna boanonna ma Jehuda i gabe tawanan tu Babel?. (ayt.15). Nda gabe lam ginjang ma roha ni Babel i di na masa i, jala lam mariaia nasida marsomba tu debata sileban i na dihaporseai nasida mangurupi Babel patundukhon Jehuda? (ayt 16). Manang di pandohan na asing, ala ido tradisi hatiha i, molo adong sada bangso na talu, ndada holan bangso i disi na talu, alai dohot do nang debata nasida na talu. Songoni nang baliksa, molo monang sada bangso, dihaporseai do nang naung monang debata sinombanasida I maradophon debata ni bangso na talu i. Asa marhadomuan tu sungkun sungkun ni Habakuk di bagasan ayat 16 i, boi dohonon dohot sederhana, tung talu ma Debata Jahowa maradophon debata ni Babel?. Jala na parpudi, tung  paloason ni Debata ma Babel manguduti hajahaton na pinatupa nasida i? (ayt.17).

            Songoni godang jala ganjang ma sungkunsungkun na tubu di roha ni Panurirang Habakuk marnida na laho masa tu Jehuda i. Hira so tarjalo rohana na masa i, jala hira na suhar tu pingkiranna na laho masa i. Jala manghamham sude sungkunsungkun i,  aha jala songondia do sasintongna sangkap ni Debata na laho patupaonNa?.

III.     PANUTUP/REFLEKSI

Tutu boi do godang sungkunsungkun na tubu di rohanta tarlumobi molo taida na masa i hira so siat tu roha nang pingkiranta na boi berujung tu kebingungan pola tahe na deba mungkin mansalahon Tuhan i. Manang, boi do ra sarupa sungkunsungkun di roha nang pingkiranta dohot sungkunsungkun na pinatolhas ni panurirang Habakuk on. Dison ma hinaringkot ni panindangion paboa diboto Debata do aha na naeng siulahononna dohot na nanaeng sipamasaonna, alani  ingkon marsitutu do hita marhatopothon paboa saluhut sangkap na denggan do sinangkapan ni Debata tu na niasiannna. Manang di pandohan na sederhana, taingot ma songondia do hadirion ni Debata I, ima paruhum na tigor jala parasi roha di angka na tigor marroha.  Asa domu tusi ingkon di bagasan hasatiaon dohot haporseaon do hita paidaida pambahenan ni Debata i sahat tu ujungna. Asa ndang boi hita marnida holan sian jolo manang holan intap ni parsitongaan, alai ingkon singkop do idaonta sahat tu ujungna.

 Tarlumobi songon na masa di bagasan turpuk on, boi do gabe ganggu rohanta molo mansohot hita manjaha holan intap ni ayat 17 on. Alai molo tauduti sahat tu bindu na mangihut tontu dapot hita do alus taringot tu sungkunsungkun ni Habakuk on. Di bindu 2 patar do dialusi Debata Habakuk paboa ndada na masisombu Debata mida hajahaton ni Jehuda, jala ndada na masisombu Ibana nang marnida hajahaton ni Babel, ai Debata na badia do ibana na so lomo roha paidaida hajahaton. Alani hombar tu habadiaon ni Debata ingkon hona uhum do nasa na so tigor, alai anggo halak partigor i mangolu do binahen ni parsihohotonna marhaporseaon (2:4). Jala molo pe dipangke Debata Babel ndada na laho maniaphon/membinasakan Jehuda, alai manguhumi manang mangajari nasida do taringot tu identitas nasida bangso ni Debata na so boi maralo tu uhum manang aturan ni Debata.

Alani do molo tauduti manjaha tu bindu 3, tangkas gabe sai songonna maila do Habakuk jala unduk di alus ni Debata maradophon sungkunsungkunna i, jala diujungna gabe diolophon ibana Debata di bagasan hatigoranNa i. (3:18-19). Asa sian i tangkas ma di hita, Debata do na umbotoan di saluhut na naeng sipamasaonNa ndada jolma i. Ise ma ulaning jolma i (na ditompa) martimbangkon Debata (Panompa), umbahen na gabe jolma i na manuturi Debata di sangkap nang pambahenanNa nang di bagasan huasoNa i? (pat.Jes 40:13-14; Rom 11:33-34). Alani i sikapta di na mangadopi angka ragam ni sungkunsungkun na songon na masa di Habakuk on ima, na parjolo ingkon borhat sian panandaion taringot tu hadirion ni Debata i do na berdaulat di saluhut na tinompana. Jala na paduahon ingkon tangkas di bagasan haundukon ni roha maradophon hahomion/Kedaulatan Debata i (kita harus menghormati sisi misteri keagungan Allah yang tidak mungkin bisa dimengerti/dijangkau sepenuhnya oleh manusia yang pada hakekatnya adalah terbatas). Asa di bagasan hahomion/kedaulatan ni Debata i do Ibana mangaturhon saluhutna tu hadengganon.  Tuk do Ibana mambahen sangkap na denggan nang di bagasan angka hamaolon na suhar tu pingkiran ni hajolmaonta (Pat. 1 musa 50:20; Rom 8:28).   

                                                                                                                  Pdt. T. A Gultom, S. Th

Turpuk: Pilippi 2: 5 –11 Topik Minggu: Jesus Kristus do Tuhan

 

Evangelium tu Minggu Palmarum, 29 Maret 2026


Turpuk: Pilippi 2: 5 –11 Topik Minggu: Jesus Kristus do Tuhan

I.        PATUJOLO

Jesus Kristus ima teladan dihita halak Kristen, na serep maroha (teladan kerendahan hati dan ketaatan yang mendatangkan kemuliaan). Di Minggu


Palmarum on, taringot hita tu sada peristiwa haroro ni Jesus tu Jerusalem na ditomu do ibana mardongan maremare (Daun Palem) songon simbol hamonangon (kemenangan) dohot hagogoon (kekuatan) jala joujou: “Hosiana! Pinuji ma na ro marhitehite Goar ni Tuhan i!”. Ala piga ari dungkon panomuoni, joujou ni torop halak i muba ma gabe: “Silangkon Ibana. Boasa boi muba roha ni jolma? Ala ndang diantusi nasida hian “Raja” na songon dia Jesus

i. Di pingkiran ni halak Jahudi tingki i, Raja na naeng ro ima Raja na marhagogoon (politis), na mamboan sinjata, na naeng mangalo penjajahan Roma jala na mamboan hamuliaon na tarida, Hape haroro ni Jesus marasing sian na dipingkiran nasida, Ia Jesus ro gabe Naposo na Serep Roha. Turpuk Pilippi 2:5- 11 on laho patoranghon tu hita songon dia do sasintongna Jesus i, Ibana do Debata na gabe jolma, na mate di silang, alai na dipatimbul do Jesus i Gabe Tuhan. (Paulus naeng paingothon tu hita marhite turpuk on, molo naeng tapuji Jesus gabe Tuhan di Minggu Palmarum on, unang ma tapuji ibana holan alani “HagogoonNa” alai tapuji ma tong Tuhanta i alani Haserepon ni RohaNa. Paulus mangalehon sada haporseaon ia Kristus Jesus na Gabe Tuhan i, ndang mamereng hamuliaon i gabe sada paruntungon na gomos ditiop (sebagai milik yang harus dipertahankan) alai ala dipaserep do diriNa (Mengosongkan diri). Umbahen didok di ayat. 5 i asa marroha songon parrohaon ni Kristus ma hita. Asa tiruan ni Kristus i ma taparrohaon, dia ma i? Ima boi tabereng di hatorangan ni turpuk na adong di bahan sermonta on.

II.     HATORANGAN

Mangalehon roha dohot pikiran asa Sarupa dohot Kristus (5)

Di bagasan ayat 5, andorang so dipatorang si Paulus, songon dia pambahenan Kristus, na ingkon si ihuthononta. Parjolo dipasahat ibana asa hita mambahen rohatta dohot pikiranta Sarupa dohot Kristus (meneladani Kristus). Songoni do parngoluan na dipasupasu Debata, na mambahen Kristus gabe pusat (sentral) di parngoluonta.

Jesus paserep rohaNa gabe hatoban (Pengosongan diri: knosis 6-8)

Jesus I ro sian Ama na di banua ginjang, tuat di portibion, jala dipatutori ibana do dirina. Ndang dirajumi rohaNa, TudosNa i tu Debata (tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan). Di paboa Apostel do tu hita, ia Ibana do Rupa ni Debata na gabe silehon hosani nasa na mangolu, jala nunga mian di Ibana hamuliaon Debata. Alai dipaserep ibaNa do diriNa gabe jolma na manghilalaon songon dia mangolu rap dohot angka dosa, jala dihilala ibana do songon di ana male, hansintan, mauas. Pola do didok di ayat 7 “dirumari do diriNa jala disolukkon rupa ni Hatoban.”. Hatoban ima molo


talapati secara hajolmaon, boi do pangantusion ni on ima songon budak na dipaksa laho mangoloi angka parsuruon ni tuan na. Jala on do na gabe sada keraguan di angka na porsea hatihai, boasa sahalak Raja olo gabe jolma/Hatoban? Dilea i? Pangalapation na naeng pasahaton ni turpukta on ima na pataridahon haroro ni Kristus tu portibion ndang na holan dipujipuji songon pejabat, penguasa na adong di portibi on, alai laho manghobasi (Melayani bukan untuk dilayani) do Ibana laho mangajari hita jolma dohot paluahon hita jolma sian haholomon ima hadosaonta i.

 

Haunduhon ni Roha sahat tu Hamatean di Hau Pinarsilang (Ay.8)

Ta ida do di bagas ayat on, puncak ni haserepon ni roha ni Jesus Kristus. Na dipasahat apostel Paulus: “Ibana nunga patoru diriNa, mangoloi sahat tu hamaten di Hau Pinarsilang”. Haunduhon Kristus tarida ma sian na mangoloi ibana di parsuruon ni Debata Amana I. Dang manjua Ibana, di angka sitaonon i, marsitutu do dipasahat Jesus i diriNa gabe dalan laho paluahon angka Jolma i. patuduon, ndang holan mementingkon diriNa sandiri. Nang pe nunga diboto Ibana, songon dia partdingni, pardalananna, di hau pinarsilang na gabe dalan hamatean na lea (paling hina) hatihai. Ala pangantusion angka jolma, taringot tu hau pinarsilang hatihai, ia halak na madabu tu uhum na diparsilanghon, ima halak na marlea, na mambahen tindakan kejahatan/kriminal. Mate di hau pinarsilang lapatanna mate songon sahalak parjahat na mansai lea. Unduk do roha ni Kristus dohot alani holongNa ingkon dalanan ni Jesus do proses i asa disesa nasa dosanta dipaingot tu hita angka halak na porsea, asa maniru hadirion ni Jesus hita, ima ndada holan dihasangapon maniru Jesus, alai maniru Jesus na boi manaon na hansit alani Kristus, sahat tu hamateanta.

Panindangion: Jesus Kristus Do Tuhan (Ay.9-11)

Haserepon ni roha ni Kristus Tuhanta i gabe dalan hamuliaon na sian Debata jala dipatimbul do Ibana. Dipasahat do tu Kristus i huaso partimbo na mangarajai saluhut na adong. Ibana mangarajai portibion ro di nasa isina. Ibana mangarajai saluhut jolma manisia. Ingkon tu Jesus Kristus do hita marsomba, ndang tu Kesar, ndang tu hepeng manang mammon. Anak ni Debata do Ibana, naung manaek tu banua ginjang, jala hundul di siamun ni Debata Ama. Na ro ibana muse tu tano on laho manguhumi na mangolu dohot na mate. Jesus do Tuhan! Hamonangan ni Kristus ndang marhite Sinjata, alai marhite haserepon ni RohaNa na mangalo Hamatean.

III.       SIPAHUSORHUSORON

·        Marhite minggu palmarum on, di dok tu hita: serep maroha ma hita songon Kristus i. Ima molo nunga adong roha ni Kristus di hita. Roha ni Kristus ima na olo mengalah, na paserep roha. Nian songoni ma hita angka halak na porsea, ndang


egois (mementingkan diri sendiri). Serep marroha songon Jesus I, unang marginjang niroha. Molo tung pe adong hasurunganta (jabatan, talenta, arta, status), serep ma hita mamangke i, jala ta pangke ma i mambahen angka nauli na denggan di dongan. Molo ginjang ni roha na tabahen di angka parsaoranta boi do i gabe patubu parsalisihan, alai molo serep ni roha do na tabahen di si ma ro dame.

·        Ta ida do Jesus Kristus na unduk rohana mangoloi Debata. Nian songoni ma hita diparngoluonta, unduk rohanta mangoloi Debata, mangulahon angka hata ni Debata di bagas parngoluonta. Ketaatan dia membawaNya kepada kemuliaanNya.

C. Pdt. Novita Maranata br. Silalahi, S. Th

Hesekiel 37: 1-14 (Topik: Debata Mangalehon Tondi Hangoluan)

 

Khotbah Minggu, 22 Maret 2026 (Judika)


Hesekiel 37: 1-14 (Topik: Debata Mangalehon Tondi Hangoluan)

1.      Pendahuluan

Pembuangan yang dialami bangsa Israel ke Babilonia membuat situasi yang dihadapi bangsa Israel semakin sulit, mereka berada didalam situasi kekacauan, rasa takut, gelisah bahkan merasa bahwasanya mereka sudah tidak berdaya lagi. Karena memang keberadaan bangsa Israel di babilonia tidak terlepas dari hukuman kepada mereka untuk menyadarkan mereka supaya kembali kepada pertobatan. Situasi inilah yang membuat Allah mengangkat Yehezkiel sebagai seorang nabi di tengah-tengah bangsa Israel.Yehezkiel merupakan seorang nabi yang dipilih Allah untuk melayani ditengah-tengah kehidupan umat Israel. Secara khusus ketika bangsa Israel berada di pembuanga Babilonia. Yehezkiel diutus untuk membawa kabar pembebasan kepada bangsa Yahudi (Yeh. 3: 4), dengan harapan bangsa Israel mau bertobat agar menerima pengampunan dari Allah. Allah ingin menyatakan melalaui Yehezkiel bahwa pada waktunya Allah akan memulihkan bangsa Yahudi.

2.      Penjelasan Nats

Keberadaan bangsa Israel yang berada dibawah penindasan bangsa Babilonia membuat mereka merasa seakan mereka sudah tidak berarti lagi, pengharapan yang hilang. Karena keberadaan bangsa Israel di Babilonia membuat mereka harus kehilangan identitas mereka, mereka merasa bahwa mereka sudah jauh dari Allah, tidak ada yang dapat membebaskan mereka, sehingga keadaan ini membuat bangsa Israel seakan sudah mati tanpa adanya harapan. Hal ini ditunjukkan ketika Yehezkiel melihat suatu penglihatan disuatu lembah yang penuh dengan tulang-belulang yang jumlahnya sungguh amat banyak. Tulang-belulang yang dilihat oleh Yehezkiel adalah situasi yang dialami bangsa Israel. Ini merupakan suatu gambaran yang memperlihatkan bangsa Israel berada didalam kekeringan, pengharapan yang hilang, bahkan kematian. Karena situasi yang sedang dihadapai bangsa Israel pada saat itu adalah situasi yang sangat sulit yang membuat mereka sangat menderita.

Penglihatan yang di alami Yehezkiel bukanlah sekedar penglihatan biasa, karena Allah yang membawa Yehezkiel untuk melihat langsung tulang belulang yang berada di lembah tersebut. Tentu ketika Allah yang melingkupi Yehezkiel dengan Roh-Nya, maka ada satu pesan yang ingin Allah nyatakan didalam Yehezkiel. Hal itu terlihat ketika Allah memunculkan satu pertanyaan teologis kepada Yehezkiel “dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?”(ayat3). Penyataan yang Allah nyatakan ingin menunjukkan adanya pembebasan yang


akan dirasakan oleh bangsa Israel itu sendiri. Pembebasan yang dinyatakan kepada bangsa Israel bukanlah secara personal melainkan komunal. Hal ini tampak ketika Allah mengatakan bahwa Allah akan memberi napas dan mereka akan hidup kembali (ayat 6-7). Apa yang dinyatakan oleh Allah bagi bangsa Israel membawa satu pengharapan bagi bangsa Israel, bahwa Allah sendirilah yang akan langsung membawa pembebasan dan keselamatan bagi bangsa Israel itu sendiri, Allah akan membebaskan mereka dari pengasingan. Allah telah menyatakan pembebasan tersebut melalui Roh-Nya yang menaungi bangsa Israel. Roh Allah yang menghidupi tulang-belulang tersebut bukan hanya sekedar kehidupan biasa, namun Allah ingin menyatakan bahwa Allah akan membangkitkan kembali bangsa Israel, memberi kekuatan serta pengharapan. Hal inilah yang akan membuat bangsa Israel berbalik kembali kepada Allah. Roh Allah merupakan kunci utama kebangkitan bangsa Israel kepada kehidupan dan pembebasan. Sehingga tidak ada alasan bagi bangsa Israel tidak kembali kepada Allah yang telah membangkitkan mereka dari keterpurukan.

3.      Kesimpulan

Yehezkiel telah membawa satu pesan yang berharga bagi bangsa Israel, bahwasanya Allah tidak pernah meninggalkan bangsa itu meskipun selama ini bangsa Israel telah jauh dari Allah. Allah telah menyatakan bahwasanya dialah yang telah memberi Roh-Nya kepada manusia agar manusia dapat bertahan didalam situasi sulit sekalipun. Allah sendiri yang langsung menyatakan dan memberikan Roh-Nya sebagai jalan pembebasan bagi setiap umat yang percaya kepada-Nya. Roh Allah adalah kunci kehidupan, segala sesuatu pasti akan terjadi ketika Roh Allah yang hadir bersama-sama dengan kita. Dan ketika Roh Allah bersama-sama dengan kita tidak ada satupun yang dapat memisahkan kita dengan Allah (Roma 8: 31-38). Sehingga sebagaimana Allah telah menghidupkan kembali setiap tulang-belulang yang telah kering, demikian pula Allah akan menghidupkan kita, mengangkat kita, dan membawa kita keadalam pembebasan menuju suatu kepastian didalam kehidupan bersama Yesus yang telah membebaskan kita dari dosa dan maut. Amen.

C. Pdt. Johanes Mangapul Simanullang, S. Th