Rabu, 22 April 2026

MINGGU MISERICORDIAS DOMINI (19 APRIL 2026) HABAKUK 3 : 10-19

 

MINGGU MISERICORDIAS DOMINI (19 APRIL 2026)

HABAKUK 3 : 10-19



“Marlas Ni Roha Di Bagasan Jahowa”

I.  Pendahuluan

Habakuk merupakan salah seorang dari keduabelas nabi kecil. Kitab ini ditulis pada masa Yehuda berada pada titik terendah moral dan jatuh begitu jauh sehingga rakyatnya menyembah Baal, mengorbankan anak-anak mereka dan mengabaikan pemeliharaan bait suci. Habakuk juga menjelaskan bagaimana tantangan yang dihadapi oleh Kerajaan Yehuda akibat Kejatuhan Asyur dan kebangkitan Babel. Nabi Habakuk hidup pada masa yang sangat menyedihkan, yaitu didalam situasi dan kondisi yang mengalami penurunan didalam segala sesuatunya, yang diakibatkan oleh dosa-dosa bangsa Yehuda. Pada situasi seperti inilah dapat dilihat bagaimana puncak pergumulan iman Habakuk yang semakin membaik, meskipun Habakuk masih sulit memahami akan jawaban Allah, namun ia tidak membantah ataupun marah terhadap Allah tetapi ia lebih memilih untuk hidup memuji Tuhan ditengah kesulitan yang dihadapinya.

 

II.  Penjelasan Nats

Ayat 10-12 Merupakan gambaran puitis akan alam sebagai ciptaan Allah terhadap kehadiran dan kuasa Tuhan. Gunung-gunung "gemetar", Air bah "menderu", Samudra "mendengar", Matahari-bulan "berhenti" sejenak karna kagum dan hormat akan tindakan Tuhan. Hal ini menyatakan bahwasanya bukan hanya manusia saja yang takut dan hormat akan Tuhan, bahkan seluruh ciptaannya pun mengakui tindakan Allah, itulah yang menjadi gambaran Habakuk akan kedahsyatan Allah.

Ayat 13-15 Kedatangan Tuhan membawa Keselamatan bagi setiap orang yang melakukan kesukaan Allah, bahkan Tuhan juga memberikan hukuman atas setiap perbuatan jahat yang telah diperbuat oleh orang-orang fasik. Ayat 15 "Allah Menginjak- injak laut" adalah simbol dari kuasa Allah yang tidak dapat tertandingi dalam mengalahkan musuh.

Ayat 16-18 Habakuk merespon nubuat mengenai kehancuran dengan rasa gemetar dan takut secara fisik, tetapi Habakuk lebih memilih untuk bersikap tenang disaat dirinya sendiri sedang menunggu jawaban dan mempercayakan keadilan kepada Allah. Puncak Iman Habakuk terdapat di ayat 17-18 "Sekalipun pohon Ara tidak berbunga,Namun aku akan bersorak-sorai di dalam Tuhan" menyaksikan kepada setiap umat percaya bahwasanya iman melampaui segalanya, artinya akan datang sukacita sejati daripada


Tuhan ketika kita mau setia bahkan disaat kesulitan sekalipun. Sebab, kebaikan Allah tidak akan pernah berubah.

Ayat 19 Habakuk mengakui Allah sebagai kekuatan Utama untuk bertahan didalam menghadapi masa sulit. “kaki seperti rusa” adalah kekuatan yang diberikan Tuhan untuk bertahan dan berani melangkah.

III.  Kesimpulan

Didalam banyaknya kekhawatiran dan ketakutan yang akan terjadi, seringkali manusia merasa bahwa hidup ini tidak adil bahkan doa juga tidak dijawab oleh Tuhan itulah juga yang dirasakan oleh Nabi Habakuk. Tapi kini Habakuk tidak lagi mengeluh kepada Tuhan, dengan perasaan takut-hormat dan kagum mengingat kembali bagaimana kedahsyatan dan mujizat-mujizat Allah yang terjadi sebagai bukti kedaulatan Allah atas alam semesta dan musuh-musuhnya. Jika hal berat terjadi didalam hidup kita yang membuat hidup tidak damai dan berantakan, marilah kita juga mengingat kebaikan Tuhan yang sudah kita terima. Habakuk memberikan pelajaran yang berharga bagi umat percaya bahwasanya Allah selalu memberikan yang terbaik kepada setiap orang pada waktu yang tepat. Sehingga janganlah keadaan menghilangkan iman kita. Allah tidak selalu mengubah keadaan, tapi Dia mengubah kita untuk menghadapi keadaan.

C. Pdt. Early Megawati Silitonga, S. Si (Theol)/ Lestari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar