Jamita
Minggu XIX Dung Trinitatis, 26 Oktober 2025
2 Timotius
3 : 10 - 17
Rimpas
Jala Hobas Tu Nasa Ulaon Na Denggan/DIperlengkapi
Untuk Setiap Perbuatan Baik
I.
PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan zaman
akan banyak tawaran dan godaan yang mempengaruhi kehidupan moral dan
spritualitas umat manusia terlebih lagi dengan adanya kemerosotan karakter
manusia. Manusia lebih mengikuti hawa nafsu daripada Tuhan. Tanpa adanya
bimbingan dan arahan akan membuat manusia jauh dari kata kebenaran, keadilan
dan kepedulian akan sesama maupun seluruh ciptaan Tuhan. Untuk itu, melalui
pengajaran dan belajar merupakan salah
satu cara membangun karakter yang kuat. Karakter yang berkualitas dapat menjadi
kekuatan yang dapat diandalkan untuk menghadapi setiap tantangan dan pergumulan
di dunia ini. Hal ini menjadi cara yang dilakukan oleh Rasul Paulus dalam
mengembangkan moral dan spitirualitas para pelayan dan jemaatnya. Salah satunya
kepada murid yang dikasihinya yaitu Timoteus. Timoteus yang merupakan seorang
rohaniawan dari kecil sudah dekat dengan Firman Tuhan dan dipilih untuk menjadi
pelayan di rumah Tuhan. Paulus hingga dia masuk penjara pun begitu gigih tak
henti – hentinya memberikan nasehat dan pengajaran guna menguatkan dan
membimbing Timoteus untuk lebih matang dalam menghadapi berbagai macam situasi
yang kemungkinan terjadi di jemaat dan gereja seiring dengan perkembangan zaman
ini. Rasul Paulus tetap setia
mendampingi murid-muridnya melalui surat-surat peneguhan yang menguatkan
para muridnya untuk melayani jemaat Tuhan. Paulus mengingatkan bahwa kunci
keselamatan yang diperoleh dan kekuatan untuk terus melayani itu berasal dari
Firman Tuhan yang menjadi modal dasar yang kuat menghadapi tantangan pelayanan
dan perkembangan zaman sekarang ini.
II.
PENJELASAN
NAS
Ayat 10 – 11, Paulus
mengungkapkan perasaan sukacitanya kepada Timoteus yang dalam ketekunan dan
kesetiaannya dalam melakukan tugas panggilan sebagai pelayan Allah. Banyak hal
yang ditelah diajarkan Paulus kepada Timotius antara lain ajaran tentang
kebenaran Firman Allah baik itu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, cara hidup
Paulus yang senang mendoakan, selalu beribadah dan belajar Firman Tuhan. Paulus
juga tidak hanya belajar akan tetapi menerapkan Firman Allah dalam bentuk
kerendahan hati dan selalu mengutamakan Kristus dalam hidupnya. Ia juga selalu
hidup dalam pengharapan sehingga dalam berbagai kondisi ia tetap sabar dan
tekun dalam menghadapi rintangan. Melalui itu semua, sepatutnya Paulus menjadi
teladan yang patut ditiru dalam diri seorang pelayan. Inilah pengajaran yang
diterima oleh Timotius yang ia tiru untuk diterapkan dalam hidupnya dan
meskipun ia tergolong muda ketika ditunjuk sebagai pelayan akan tetapi itu
tidak menyurutkan semangatnya dan kegigihannya dalam melayani jemaat Tuhan. Hal
ini terlihat dari nasehat yang disampaikan oleh Paulus “Jangan Seorang pun
menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang – orang
percaya, dalam tingkah lakumu, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam
kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” ( 1 Tim 4 : 12). Artinya usia dan status
tidak menjamin iman dihadap Tuhan. Baik muda dan tua hendaklah mau menerima
pengajaran dan didikan untuk melakukan yang baik serta menjadi teladan bagi
banyak orang. Timoteus dalam keberanian dan kesetiaannya terus mengupayakan
yang terbaik dibawah arahan dan bimbingan mentornya yaitu Rasul Paulus dan ia
selalu kuat karena ia selalu menerima nasehat penguatan dan kata kata yang
mengihibur ketika ia mengalami kesulitan. Hal ini menunjukkan keterbukaannya
bahwa ia mau menerima segala nasehat dan pengajaran. Timoteus menyadari akan
kekurangan dan keterbatasannya untuk itu ia mau terus belajar dan dibentuk
semakin kuat melalui pengajaran yang ia terima. Ia melakukan semua yang
diajarkan oleh Paulus, meskipun susah dan sulit tapi dengan ketekunan dan
kesabaran ia pun mampu melawati semua itu.
Ayat 12-13, Paulus menyadarkan kembali
bahwa menjadi pengikut Tuhan memang akan selalu ada saja tantangan dan
pergumulan yang di hadapi karena manusia sedang dibentuk untuk berbeda dengan
dunia ini. Bahkan kadang kala yang dihadapi seakan akan diluar kemampuan kita,
seperti usia jemaat yang dilayani lebih tua, status jabatan lebih tinggi
ataupun status social yang jauh berbeda dari kita. Hal ini dapat melemahkan
kita dan membuat rasa insecure (
tidak percaya diri ) dalam bekerja. Tidak jarang pula hal itu membuat kita jadi
menutup mata jika terjadi ketidakadilan dihadapan kita karena perbedaan status
tersebut. Selama kita masih tinggal di dunia akan banyak godaan yang dapat
membawa kita kedalam dosa dan jauh dari Tuhan. Setiap penjahat akan semakin
jahat mempengaruhi dan mengajak semakin banyak orang berbuat jahat dan dosa.
Itu sebabnya, menjadi berbeda dari dunia bukanlah perkara yang mudah untuk
dilakukan, para pengikut Kristus dan melakukan kebenaran dan keadilan selalu
dikucilkan kadang kala mendapat penganiayaan atau diasingkan dari komunitas
akan tetapi buah yang kita peroleh ketika mampu bertahan dan melewati semua itu
adalah keselamatan sejati yang tidak ada di dunia ini.
Ayat 14-15, Disini Paulus mengingatkan
senjata yang dapat digunakan untuk melawan segala kejahatan dan bertahan
melewati pencobaan dunia adalah Kitab Suci yang berisi Firman Tuhan. Latar
belakang keluarga Timoteus baik ibu dan neneknya termasuk orang yang baik dan
yang taat beribadah, mulai dari kecil Timoteus sudah diperkenalkan dan
diajarkan berbagai hal tentang Firman Tuhan. Bahkan ketika Timoteus dipilih
menjadi pelayan dan berpisah dengan Timoteus, Paulus berpesan untuk bertekun
dalam Kitab Suci dalam membangun dan mengajar ( 1 Tim 4 : 13 ). Begitupula
ketika Paulus jauh dan tidak bisa memberikan bimbingan secara langsung,
Timoteus diarahkan untuk berpedoman pada Firman Allah karena itulah dasar hidup
sesungguhnya yang dapat membawa seseorang kepada kebenaran. Kini, Paulus
mengingatkan kembali kepada Timoteus supaya ia tidak goyah dan tidak dikalahkan
oleh tantangan zaman maupun kejahatan dunia ini apapun dan bagaimanapun
situasinya.
Ayat 16, Makna kata “ Segala Tulisan
yang diilhamkan Allah” berarti seluruh isi dalam Alkitab itu bersumber dari
Allah dan merujuk pada otoritas (kekuasaan) mutlak milik Allah. Hadirnya Kitab
Suci Melalui Roh Kudus membimbing hati dan pikiran setiap penulisnya untuk
menyampaikan karya Tuhan dalam dunia. Maka dari itu Kitab Suci merupakan alat
yang digunakan Allah untuk memberikan pengajaran tentang kebenaran yang sejati
dan melibatkan manusia dalam setiap prosesnya. Adapun fungsi dari Kitab Suci
yaitu :
-
Mengajar, melalui
Firman Tuhan dalam Kitab Suci manusia dapat belajar menentukan apa yang baik
dan benar seturut kehendak Tuhan serta
menjauhi yang salah.
-
Menyatakan
kesalahan, Melalui Firman Tuhan menjadi cermin hidup yang
menunjukkan apa yang kurang dari hidup manusia baik itu dosa dan kesalahan yang
diperbuat yang bertujuan untuk melemahkan melainkan menuntun kepada pertobatan.
-
Memperbaiki
Kelakuan, Melalui
Firman Tuhan dapat memperbaiki dan memulihkan hidup yang sebelumnya rusak
menjadi pribadi yang baru dan baik.
-
Mendidik
dalam Kebenaran, Tuhan itu adalah kebenaran dan hidup. Semua pengajaran
dan didikan mengarahkan umat manusia untuk hidup seperti yang Tuhan inginkan
dan meniru pribadi Allah dalam kehidupan sehari – hari. Pendidikan bukan
sekedar menambah pengetahuan atau memanfaatkan pengetahuan untuk membodohi
orang lain. Melainkan memakai pengajaran, didikan dan ilmu pengetahuan untuk
kebaikan dan peningkatan karakter dan spritualitas hidup yang baik.
Ayat
17, Pada
dasarnya segala sesuatu diciptakan oleh Allah, maka dari itu setiap ciptaan
adalah kepunyaan Allah. Kemudian, semua ciptaan Allah diperlengkapi Tuhan Allah
untuk perbuatan baik. Artinya, Tuhan Allah mengkehendaki untuk setiap ciptaan
Allah untuk melakukan yang baik dan terbaik dalam hidupnya dengan Firman Allah
menjadi pedoman hidup dan cara Tuhan untuk menyampaikan pesan mengerjakan
kebaikan dalam hidup manusia.
III.
KESIMPULAN
Topik minggu Diperlengkapi Untuk Setiap Perbuatan Baik, diperlengkapi berarti
disediakan, diberikan sesuatu supaya siap untuk melaksanakan sesuatu hal yang
menjadi tugas tanggungjawab. Begitulah yang dilakukan Allah dalam hidup kita
umat ciptaan-Nya. Umat manusia mempunyai fisik yang kuat dan akal pikiran yang
cerdas akan tetapi ketika tidak dibarengi dengan ajaran dan Firman Allah dapat
membawanya dalam kebinasaan. Disisi lain, fisik dan akal pikiran yang disertai
dengan hikmat dari Allah mendatangkan kebaikan nyata ditengah - tengah
kehidupan. Supaya kita siap menghadapi segala tantangan dan segala bentuk
kemerosotan moralitas manusia saat ini. Tuhan Allah memperlengkapi bagian yang
kosong dan kurang dari diri kita yaitu hikmat untuk berbuat baik dengan
berbagai pengajaran dan nasehat dalam menyikapi setiap situasi melalui Firman
Allah dalam Kitab Suci. Sesungguhnya, dalam Firman Tuhan ada kuasa yang luar
biasa mempengaruhi hidup umat manusia. Ketika kita belajar dan merenungkan
Firman Tuhan, disitulah Tuhan bekerja menolong dan membantu kita dalam bekerja.
Untuk itu, bertekunlah selalu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan dan
pakailah Firman Tuhan menjadi sumber kekuatan menghadapi dan mengalahkan
kejahatan serta menuntun setiap pribadi ciptaan Tuhan dalam kebenaran.
C. Diak S. Br Siahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar