Khotbah Minggu,
22 Maret 2026 (Judika)
Hesekiel 37: 1-14 (Topik:
Debata Mangalehon Tondi Hangoluan)
1.
Pendahuluan
Pembuangan yang
dialami bangsa Israel ke Babilonia membuat situasi yang dihadapi bangsa Israel
semakin sulit, mereka berada didalam situasi kekacauan, rasa takut, gelisah
bahkan merasa bahwasanya mereka sudah tidak berdaya lagi. Karena memang
keberadaan bangsa Israel di babilonia tidak terlepas dari hukuman kepada mereka
untuk menyadarkan mereka supaya kembali kepada pertobatan. Situasi inilah yang
membuat Allah mengangkat Yehezkiel sebagai seorang nabi di tengah-tengah bangsa
Israel.Yehezkiel merupakan seorang nabi yang
dipilih Allah untuk melayani ditengah-tengah kehidupan umat Israel.
Secara khusus ketika bangsa Israel berada di pembuanga Babilonia.
Yehezkiel diutus untuk membawa kabar pembebasan kepada bangsa Yahudi (Yeh. 3:
4), dengan harapan bangsa Israel mau bertobat agar menerima pengampunan dari
Allah. Allah ingin menyatakan melalaui Yehezkiel bahwa pada waktunya Allah akan
memulihkan bangsa Yahudi.
2.
Penjelasan Nats
Keberadaan bangsa Israel yang berada dibawah penindasan bangsa Babilonia
membuat mereka merasa seakan mereka sudah tidak berarti lagi, pengharapan
yang hilang. Karena keberadaan bangsa Israel di Babilonia membuat
mereka harus kehilangan
identitas mereka, mereka merasa bahwa mereka
sudah jauh dari Allah, tidak ada yang dapat membebaskan mereka,
sehingga keadaan ini membuat bangsa Israel seakan sudah mati tanpa adanya harapan. Hal ini
ditunjukkan ketika Yehezkiel
melihat suatu penglihatan disuatu lembah yang penuh dengan tulang-belulang yang jumlahnya sungguh
amat banyak. Tulang-belulang yang dilihat oleh
Yehezkiel adalah situasi yang dialami bangsa Israel. Ini merupakan suatu gambaran
yang memperlihatkan bangsa Israel berada didalam kekeringan, pengharapan
yang hilang, bahkan kematian. Karena situasi yang sedang dihadapai bangsa
Israel pada saat itu adalah situasi yang sangat sulit yang membuat mereka
sangat menderita.
Penglihatan yang
di alami Yehezkiel bukanlah sekedar penglihatan biasa, karena Allah yang
membawa Yehezkiel untuk melihat langsung tulang belulang yang berada di lembah
tersebut. Tentu ketika Allah yang melingkupi Yehezkiel dengan Roh-Nya, maka ada satu pesan yang ingin Allah nyatakan
didalam Yehezkiel. Hal itu terlihat ketika Allah memunculkan satu pertanyaan
teologis kepada Yehezkiel “dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan
kembali?”(ayat3). Penyataan yang Allah nyatakan ingin menunjukkan adanya pembebasan yang
akan dirasakan
oleh bangsa Israel itu sendiri. Pembebasan yang dinyatakan kepada bangsa Israel
bukanlah secara personal melainkan komunal. Hal ini tampak ketika Allah
mengatakan bahwa Allah akan memberi napas dan mereka akan hidup kembali (ayat
6-7). Apa yang dinyatakan oleh Allah bagi bangsa Israel membawa satu
pengharapan bagi bangsa Israel, bahwa Allah sendirilah yang akan langsung
membawa pembebasan dan keselamatan bagi bangsa Israel itu sendiri, Allah akan
membebaskan mereka dari pengasingan. Allah telah menyatakan pembebasan tersebut
melalui Roh-Nya yang menaungi bangsa Israel. Roh Allah yang menghidupi tulang-belulang tersebut bukan hanya sekedar
kehidupan biasa, namun Allah ingin menyatakan bahwa Allah akan membangkitkan
kembali bangsa Israel, memberi kekuatan serta pengharapan. Hal inilah yang akan membuat bangsa
Israel berbalik kembali kepada
Allah. Roh Allah merupakan kunci utama kebangkitan bangsa Israel kepada
kehidupan dan pembebasan. Sehingga tidak ada alasan bagi bangsa Israel tidak
kembali kepada Allah yang telah membangkitkan mereka dari keterpurukan.
3.
Kesimpulan
Yehezkiel telah
membawa satu pesan yang berharga bagi bangsa Israel, bahwasanya Allah tidak
pernah meninggalkan bangsa itu meskipun selama ini bangsa Israel telah jauh
dari Allah. Allah telah menyatakan bahwasanya dialah yang telah memberi Roh-Nya
kepada manusia agar manusia dapat bertahan didalam situasi sulit sekalipun.
Allah sendiri yang langsung menyatakan dan memberikan Roh-Nya sebagai jalan
pembebasan bagi setiap umat yang percaya kepada-Nya. Roh Allah adalah kunci
kehidupan, segala sesuatu pasti akan terjadi ketika Roh Allah yang hadir
bersama-sama dengan kita. Dan ketika Roh Allah bersama-sama dengan kita tidak ada satupun
yang dapat memisahkan kita dengan Allah
(Roma 8: 31-38). Sehingga sebagaimana Allah telah menghidupkan kembali setiap
tulang-belulang yang telah kering, demikian pula Allah akan menghidupkan kita,
mengangkat kita, dan membawa kita keadalam pembebasan menuju suatu kepastian
didalam kehidupan bersama Yesus yang telah membebaskan kita dari dosa dan maut.
Amen.
C. Pdt. Johanes Mangapul
Simanullang, S. Th
Tidak ada komentar:
Posting Komentar