Rabu, 22 April 2026

JAMITA EVANGELIUM YESAYA 26 : 17 – 19

 

PASKAH II, 6 APRIL 2026

(PESTA PADUAHON PARNINGOTAN ARI HAHEHEON NI TUHAN JESUS) DIPAHEHE DEBATA ANGKA NA MATE



TUHAN MEMBANGKITKAN ORANG MATI YESAYA 26 : 17 – 19

PENDAHULUAN

Kerajaan Yehuda ( selatan) dan Israel ( utara ) mengalami konflik semenjak meniggalnya Raja Salomo yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya yaitu Rehabeam. Pada saat itu, Rehabeam menolak untuk menurunkan pajak sehingga banyak suku menentang dan terjadilah perpecahan. Kemudian Israel terbagi dua yaitu Kerajaan Yehuda ( selatan ) yang dipimpin oleh Rehabeam dan Kerajaan Israel (Utara ) dipimpin oleh Yerobeam bin Nebat. Pada masa ini Kerajaan Utara dan Selatan masih dalam suasana peperangan.

Nabi Yesaya hadir melayani di tengah bangsa Yehuda pada masa Raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia secara turun temurun. Mulai dari jaman uzia dan Yotam mereka terkenal akan kebaikan dan kesetiaan mereka kepada Tuhan serta segala upaya yang mereka lakukan demi perkembangan bangsa Yehuda namun dilanjutkan dengan kepemimpinan Ahas terjadi kemerosotan moral dan spirtualitas. Demi dapat dukungan politik melawan bangsa Israel, Ahas bekerja sama dengan Bangsa Asyur dengan bayaran mahal dan membiarkan kepercayaan agama mereka masuk dan menguasai bangsa Yehuda. Namun, hal itu menjadi kesempatan bagi bangsa Asyur untuk menguasai bangsa Yehuda dan bangsa itu pun takluk dibawah kekuasaan Asyur. Pada Akhirnya, bangsa Yehuda kembali menderita dan dijajah kembali oleh bangsa lain yang menginginkan kehancuran mereka. Pada saat itulah Yehuda kembali berseru kepada Tuhan menantikan pertolongan dari Tuhan.

 

PENJELASAN NAS

Pada Pasal yang ke – 26 merupakan kesaksian dari berbaliknya bangsa Yehuda kepada Tuhan. Hal ini terlihat dari ucapan syukur Bangsa Yehuda karena keselamatan dan penghakiman yang diberikan Allah kepada musuh bangsa tersebut serta pemulihan Allah bagi bangsa Yehuda. Tuhan mendengar seruan mereka dan menaklukkan musuh musuh mereka. Tuhan memberikan hukuman terhadap musuh mereka dan memulihkan bangsa Yehuda kembali. Dalam karya seruan dan pujian ini menunjukkan pengakuan iman bangsa tersebut atas kuasa Tuhan dalam hidup umatnya.

Pada ayat 17 - 18, menjelaskan gambaran Yehuda ketika menghadapi kesusahan dan penderitaan dalam hidupnya. “Seperti seorang perempuan yang hendak melahirkan“ menggambarkan perasaan yang tak terkatakan dimana seseorang merasakan sakit yang luar biasa, ia harus bertahan dalam rasa sakit itu beberapa lama dan mempertaruhan


nyawa untuk mendapatkan sesuai yang didambakan. Hal ini menunjukkan perjuangan seseorang terhadap suatu hal namun harus melalui rasa sakit yang hebat. Namun, semua itu tidak akan tercapai jika tidak ada pengharapan dan campur tangan Tuhan yang menjadi sumber kekuatan dan memampukan setiap prosesnya sampai ketujuan. Namun bangsa Yehuda sering sekali melakukan sebaliknya, mereka sering berbuat sesuatu tanpa melibatkan Tuhan. Alhasil, tujuan mereka awalnya bekerja sama dengan bangsa lain supaya memperoleh kemakmuran dan kesejahteran justru sebaliknya menjadi sia sia dan merugikan mereka. Hal ini menjadi pelajaran bahwa pentingnya untuk berbalik dan mencari Tuhan disaat membutuhkan Tuhan dan tidak mengandalkan diri sendiri akan tetapi mengandalkan kuasa Tuhan dalam hidup umat-Nya.

Ayat 19, merupakan doa dan harapan yang disampaikan Yehuda kepada Tuhan. mereka menyadari betapa rapuhnya mereka tanpa Tuhan disisi mereka. Gambaran orang –orang mati dan mayat itu adalah mereka yang hidup dalam keputusasaan. Pada ayat ini umat Allah mengajak seluruh orang yang mengalami keputusasaan untuk bangkit dan memuji Allah karena kuasaNya yang besar. Disaat kegagalan dan penderitaan itu terjadi akibat perbuatan manusia itu sendiri namun tanganlah Allah justru turun bertindak dalam hidup mereka yang menunjukkan batapa Allah sangat mengasihi umat-Nya. Kasih Allah diibaratkan seperti “Embun (Embun Terang)” melambangkan kehidupan yang memberi kesejukan dan kesegaran terhadap jiwa yang kering, letih, lesu dan tidak memiliki harapan. Allah hadir memberikan kesegaran bagi jiwa yang sengsara. Menjanjikan damai sejahtera dan membawa umat-Nya dalam kebahagiaan sejati. Dalam ajakan ini, ada semangat baru dan harapan baru, bahwa segala sesuatu yang terjadi di masa lalu akan/telah berlalu dan manusia perlu menatap masa depan yang baru dengan Tuhan yang jadi sumber kekuatan dan damai sejahtera. Artinya, dalam hidup yang baru dan semangat yang baru adanya keyakinan jika manusia berjalan bersama dengan Tuhan maka ada kehidupan bagi umat yang dikasihi-Nya. Untuk itu, sertakan Tuhan selalu dalam segala tindakan dan tingkah laku umat manusia.

 

PENUTUP

Orang percaya juga mengalami penderitaan dalam hidup yang membuat seseorang merasakan kepahitan, kekecewaan, sakit dan ketidakterimaan atas yang terjadi dalam hidupnya. Anggaplah itu menjadi bagian dari proses untuk hidup lebih baik kedepan. Meskipun rasa sakit penderitaan itu nyata dan sangat berat sehingga sulit untuk diterima oleh manusia. Namun, dibalik penderitaan itu bisa jadi tanda bahwa Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang baru dalam hidup manusia. Ingatlah selalu bahwa umat manusia selalu memiliki keterbatasan baik secara fisik dan mental. Dengan keterbatasan itu, manusia tidak mampu menghasilkan keselamatannya sendiri. Disaat itulah manusia harus menyadari bahwa dalam keterbatasan kita membutuhkan Tuhan yang Mahakuasa untuk memperlengkapi dan memampukan kita. Inilah bukit pengakuan


kita akan keberadaan dan posisi Tuhan dalam hidup kita, sehingga timbul pengharapan manusia selama hidup dalam dunia. Ketika seseorang memiliki pengharapan maka kuasa Tuhan dan kebangkitan akan terjadi dalam hidupnya. Maka dari itu, Harapan umat manusia tidak berakhir dalam penderitaan justru jadi penguat iman dan mendewasakan iman untuk lanjut dalam level yang lebih tinggi lagi dan jadi manusia yang lebih beriman lagi didalam Tuhan. didalam kehidupan yang penuh penderitaan ini, tetap berseru kepada Tuhan dan andalkan kekuatanNya. Percayalah bahwa Tuhan mampu mengubah keadaan yang mati menjadi hidup dan memulihkan hidup manusia.

Peristiwa hari kebangkitan Yesus dalam dunia ini pun menjadi suatu sukacita bagi umat manusia. KebangkitanNya menunjukkan kehidupan baru dan menciptakan harapan yang besar bagi umat percaya bahwa tidak ada satu pun yang dapat mengalahkanNya, justru Dialah yang menguasai segala sesuatunya. Begitupun hidup umat manusia yang meletakkan hidupnya dalam Dia, meskipun hidup penuh derita tetapi tidak ada penderitaan/kesusahan yang lebih besar dan hebat dari Tuhan Yesus. Yesus mampu mengalahkan maut, maka Yesus juga mampu mengalahkan segala penderitaan kita dan memulihkan kita. Maka dari itu, serahkan selalu hidup didalam Tuhan dan hiduplah dalam pengharapan dan iman yang teguh sepanjang hidup kita bahwa apapun yang terjadi selalu ada hal baik yang Tuhan sediakan bagi kita.

CDiak Sartika Br Siahaan, S.Ag /Sion Bukit Horas KM 76

Tidak ada komentar:

Posting Komentar